Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Angka Positif Covid Tembus 6.075 Per Hari
Ngeri, Malaysia Waspadai Varian Afrika Dan Inggris
Kamis, 20 Mei 2021 05:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Malaysia mencatat rekor penambahan harian kasus Covid-19, kemarin. Sebanyak 6.075 orang dinyatakan positif Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Ini merupakan rekor tertinggi kasus Covid-19 di negeri jiran itu, sejak pandemi pada awal 2020.
Angka tersebut mengalahkan rekor tertinggi sebelumnya yang terjadi pada 30 Januari 2021, yakni 5.728 kasus.
Direktur Jenderal Kesehatan Kementerian Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, seperti dikutip dari The Star, mengatakan, Selangor menjadi penyumbang kenaikan kasus terbesar, yakni 2.251 orang. Disusul Johor Bahru dengan 699 kasus, Kuala Lumpur 660 kasus, Kedah 445 kasus, dan Kelantan 441 kasus.
Baca juga : Situasi Covid Belum Aman, Pemkab Pati Minta Warganya Jangan Mudik Dulu
Untuk itu, Malaysia pun memberlakukan pembatasan atau Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) alias Movement Control Order (MCO) secara nasional sejak 12 Mei hingga 7 Juni 2021. Semua aktivitas yang dihadiri orang banyak dilarang. Termasuk kegiatan terkait perayaan Idul Fitri serta pesta pernikahan.
Lonjakan kasus di Malaysia ini dipicu virus Corona varian baru dari Afrika Selatan (B1351) dan Inggris (B117) .
Noor Hisham sebelumnya mengatakan, sebagian besar kasus Covid-19 berasal dari infeksi sporadis di masyarakat bukan klaster. Sebanyak 92 persen dari total penderita belakangan ini merupakan warga Malaysia.
Baca juga : Penumpang Positif Covid Lolos Terbang, Ganjar Langsung Nyamperin Bandara Ahmad Yani
MCO juga diterapkan agar layanan kesehatan bisa menangani semua penderita. Lonjakan dikhawatirkan akan membebani sistem kesehatan. “Kami khawatir jika jumlah kasus terus meningkat, tidak ada cukup tempat tidur di unit perawatan intensif serta ventilator untuk pasien,” ujarnya.
Lonjakan kasus di Malaysia tetap terjadi meski pemerintah sudah melakukan pembatasan. Saat ini, Malaysia juga mempertimbangkan melakukan lockdown di Negera Bagian Selangor jika situasi makin buruk.
Jika ini terjadi, perbaikan ekonomi di Malaysia berpotensi terganggu, mengingat, Selangor adalah kontributor utama dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan lapangan kerja karena menjadi pusat logistik dan industri negara itu. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya