Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dubes Jepang Serahkan Penghargaan Misi Diplomatik Luar Negeri

Senin, 24 Mei 2021 22:42 WIB
Dubes Kanasugi Kenji (kedua kanan) berfoto bersama usai memberikan penghargaan kepada perwakilan musisi JKT 48, Seniman Kato Hiroaki, dan Teater Enjuku di Jakarta, Senin (24/5). (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Dubes Kanasugi Kenji (kedua kanan) berfoto bersama usai memberikan penghargaan kepada perwakilan musisi JKT 48, Seniman Kato Hiroaki, dan Teater Enjuku di Jakarta, Senin (24/5). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi baru saja menyerahkan penghargaan misi diplomatik luar negeri Reiwa ke-3 kepada dua individu dan dua organisasi di Indonesia, Senin (24/5).

Penghargaan yang diserahkan di kediaman Dubes Kanasugi, Jakarta Selatan, ini diberikan dengan prokes ketat.

Para penerima penghargaan merupakan sosok yang dinilai berjasa dalam mempererat hubungan persahabatan dan rasa saling pengertian antara Indonesia dan Jepang selama bertahun-tahun.

Untuk kategori kelompok, ada kelompok musik JKT48 dan kelompok Teater Enjuku. Sejak dibentuk sebagai sister group AKB48 (group idola di Jepang) di luar negeri yang pertama pada 2011, JKT48 turut berkontribusi dalam mempromosikan pertukaran antara kedua negara sebagai pendukung acara Jak-Japan Matsuri/JJM.

Tidak hanya melalui penampilan live stage setiap tahun, namun JKT48 juga turut bekerja sama melalui kegiatan interaksi dengan pengunjung.

Berita Terkait : Catat! Jaringan 5G Telkomsel Bisa Dinikmati Mulai 27 Mei

Pada Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang-Indonesia pada 2018, JKT48 ikut serta berkontribusi dalam mempererat hubungan persahabatan kedua negara, dengan turut memeriahkan peringatan tersebut melalui partisipasi pada kegiatan promosional dan acara peringatan sebagai Tim Pendukung Peringatan 60 Tahun.

Selain itu, JKT48 juga berperan dalam mempromosikan budaya pop Jepang di Indonesia, dan berkontribusi dalam mengembangkan kelompok pecinta Jepang di Indonesia. Selain JKT48, ada juga grup teater musik Bahasa Jepang, Enjuku.

Sejak didirikan pada 2009, Teater Enjuku didirikan pelajar Indonesia yang mencintai Jepang. Sejak 2012, Teater Enjuku secara aktif telah menyelenggarakan pertunjukan yang terpusat di Jakarta setiap tahun dengan menggunakan naskah orisinal mereka. Dan turut berkontribusi pada pengenalan budaya dan bahasa Jepang di Indonesia.

Sejak Gempa Bumi Besar Jepang Timur pada 2011, Teater Enjuku selalu menyemangati Jepang melalui “Sakurayo”, lagu yang mereka ciptakan dan tampilkan.

Kemudian, dua individu yang mendapatkan penghormatan serupa adalah penyanyi, penulis lagu serta penerhemah bahasa Jepang-Indonesia Hiroaki Kato.

Berita Terkait : Asosiasi Pilot Memaklumi, Cuma Minta Tak Ada PHK

Berbasis di Indonesia sejak 2014, beliau aktif menggunakan kemampuannya dan bekerja sama dengan banyak proyek pertukaran budaya antara Jepang dan Indonesia, seperti Jak-Japan Matsuri (JJM).

Sejak Maret 2020, Kato bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan ACT (Aksi Cepat Tanggap) dalam melakukan penggalangan dana bagi karyawan tidak tetap dan wiraswasta di sektor informal lokal yang sumber pendapatannya terdampak pandemi Covid-19.

Dia juga merupakan penanggung jawab bahasa Indonesia dari versi multibahasa atas lagu milik NHK yang mendukung pemulihan dari genpa dan Tsunami di Jepang pada tahun 2011, "Hana wa Saku".

Melalui berbagai kegiatan, beliau telah memberikan kontribusi yang besar dalam mempromosikan hubungan persahabatan kedua negara.

Terakhir, individu yang mendapatkan penghargaan misi diplomatik luar negeri Jepang adalah Shohei Matsunaga.

Berita Terkait : Himbara Pastikan Penyesuaian Tarif Di ATM Link Lebih Murah

Setelah aktif di Jerman dan J-league sebagai pemain sepak bola profesional, dia aktif bermain di liga 1 sepak bola profesional di Indonesia selama sembilan tahun berturut-turut sejak 2011.

Pada Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang-Indonesia pada 2018, dia berkontribusi dalam mempererat hubungan persahabatan kedua negara sebagai duta persahabatan dengan mengikuti acara-acara seperti kursus sepak bola dan Kizuna Ekiden (lomba lari estafet).

Meski telah mengundurkan diri dari dunia sepak bola profesional pada Agustus 2020, Matsunaga terus berkontribusi pada promosi hubungan persahabatan kedua negara. [DAY]