Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan kesiapan pemerintahannya, untuk menerapkan full lockdown atau lockdown total selama 2 pekan, mulai 1 Juni mendatang.
Kebijakan itu ditempuh, menyusul tingginya lonjakan kasus Covid di Malaysia, yang mencetak rekor tertinggi 8.290 pada hari ini.
Ini adalah angka tertinggi dari rekor kasus Covid, yang pecah di Malaysia selama 4 hari terakhir ini.
Baca juga : LRT Kelana Jaya Malaysia Tabrakan, 213 Penumpang Luka-luka
Kasus ini banyak dimunculkan oleh momen Lebaran. Hingga Kamis (27/5), Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan sedikitnya 24 klaster, terkait Hari Raya Idul Fitri.
Wilayah Tumpat, Kelantan dilaporkan mendominasi klaster Idul Fitri, dengan 224 kasus Covid.
Pada Kamis (27/5), Menteri Kesehatan Dr. Adham Baba mengingatkan publik Malaysia, terhadap ancaman lonjakan Covid yang semakin nyata. Apalagi, saat ini kapasitas rumah sakit dan fasilitas karantina risiko rendah telah mencapai 75 persen.
Baca juga : Malam Ini, Indonesia-Malaysia-Brunei Rilis Sikap Bersama Soal Palestina
Ada 9.689 bed rumah sakit yang telah terpakai, dan 25.605 bed di pusat karantina risiko rendah yang telah terserap.
Di negara bagian seperti Selangor, Kelantan, Johor, dan Terengganu tercatat sebagai hotspot kasus Covid di Malaysia saat ini, ruang rawat untuk pasien non Covid telah banyak dialihkan menjadi ruang rawat untuk pasien Covid. Termasuk, ruang ICU.
"Situasi saat ini, tingkat okupansi di ruang ICU di seluruh Malaysia sudah melebihi 91 persen," kata Direktorat Jenderal Kesehatan Malaysia, Dr. Noor Hisham Abdullah seperti dilansir New Straits Times, Jumat (28/5). [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya