Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan kesiapan pemerintahannya, untuk menerapkan full lockdown atau lockdown total selama 2 pekan, mulai 1 Juni mendatang.
Kebijakan itu ditempuh, menyusul tingginya lonjakan kasus Covid di Malaysia, yang mencetak rekor tertinggi 8.290 pada hari ini.
Ini adalah angka tertinggi dari rekor kasus Covid, yang pecah di Malaysia selama 4 hari terakhir ini.
Baca juga : LRT Kelana Jaya Malaysia Tabrakan, 213 Penumpang Luka-luka
Kasus ini banyak dimunculkan oleh momen Lebaran. Hingga Kamis (27/5), Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan sedikitnya 24 klaster, terkait Hari Raya Idul Fitri.
Wilayah Tumpat, Kelantan dilaporkan mendominasi klaster Idul Fitri, dengan 224 kasus Covid.
Pada Kamis (27/5), Menteri Kesehatan Dr. Adham Baba mengingatkan publik Malaysia, terhadap ancaman lonjakan Covid yang semakin nyata. Apalagi, saat ini kapasitas rumah sakit dan fasilitas karantina risiko rendah telah mencapai 75 persen.
Baca juga : Malam Ini, Indonesia-Malaysia-Brunei Rilis Sikap Bersama Soal Palestina
Ada 9.689 bed rumah sakit yang telah terpakai, dan 25.605 bed di pusat karantina risiko rendah yang telah terserap.
Di negara bagian seperti Selangor, Kelantan, Johor, dan Terengganu tercatat sebagai hotspot kasus Covid di Malaysia saat ini, ruang rawat untuk pasien non Covid telah banyak dialihkan menjadi ruang rawat untuk pasien Covid. Termasuk, ruang ICU.
"Situasi saat ini, tingkat okupansi di ruang ICU di seluruh Malaysia sudah melebihi 91 persen," kata Direktorat Jenderal Kesehatan Malaysia, Dr. Noor Hisham Abdullah seperti dilansir New Straits Times, Jumat (28/5). [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya