Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Saudi Bantah Kalah, Houthi Yaman Tantang Bertukar Jenazah Korban
Rabu, 2 Juni 2021 18:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menanggapi bantahan Koalisi Saudi terkait operasi militer Yaman di Jizan, barat daya Saudi, kelompok pemberontak Yaman, Houthi, menantang balik. Mereka mengumumkan kesiapannya bertukar jenazah koalisi pimpinan Arab Saudi.
Tantangan ini disampaikan Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman, Mohammed Ali Al Houthi, Senin (31/5/2021), seperti dikutip Pars Today. Sebelumnya, Koalisi Saudi menuduh, Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman –nama resmi kelompok pemberontak Yaman- sengaja menyebar berita kemenangan palsu di media, terkait operasi militer di Jizan.
Baca juga : Hasto Bangga PDIP Rutin Lakukan Simulasi Penanganan Bencana
Melalui akun Twitter-nya Ali menulis, "Jika Anda sedemikian ketakutan menyaksikan operasi Jizan, sehingga mengingkari realitas ini, lalu bagaimana Anda akan menghadapi operasi-operasi mendatang yang akan lebih keras," cetusnya.
Kepada mereka yang masih meragukan operasi militer Jizan, lanjut Ali, dia mengusulkan pertukaran jenazah tentara yang tewas dalam operasi ini melalui Palang Merah Internasional.
Baca juga : Pertama Kali, Hamas Luncurkan Rudal Jarak Jauh Ke Israel
Dalam operasi militer Yaman di Jizan, pihak Houthi mengklaim, lebih dari 200 tentara Saudi dan Sudan yang tergabung dalam koalisi Arab, berhasil disandera oleh mereka. [RSM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya