Dark/Light Mode

Presiden Prancis Ditampar Warganya Saat Blusukan...

Kamis, 10 Juni 2021 05:18 WIB
Pasukan keamanan melindungi Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) saat mengunjungi wilayah Drome, Prancis selatan. (Foto : Istimewa).
Pasukan keamanan melindungi Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) saat mengunjungi wilayah Drome, Prancis selatan. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prancis, Emmanuel Macron menerima tamparan saat blusukan di bagian selatan di wilayah itu. Namun, ia tetap melanjutkan perjalanan.

Seorang pria menampar wajah Emmanuel Macron saat dalam perjalanan ke Prancis bagian selatan pada Selasa, 8 Juni 2021. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, dia terlihat mengulurkan tangan untuk menyapa seorang pria dalam kerumunan kecil penon­ton yang berdiri di belakang penghalang logam.

Kemudian, pria yang mengenakan kaos khaki berteri­ak “a Bas La Macronie! (Kalah­kan Macronia!)” dan menampar sisi kiri wajah Macron. Dia juga terdengar berteriak ‘Montjoie Saint Denis”, yang merupakan teriakan pertempuran tentara Prancis pada saat negara itu masih monarki.

Berita Terkait : Presiden Macron Ngademin Hati Pendukungnya

Dua petugas keamanan Macron pun meringkus pria tersebut, sedangkan seorang lainnya mengantar Macron pergi. Kedua pria berusia 28 tahun itu diinterogasi pihak kantor jaksa, dan menyatakan, sejauh ini, motif mereka belum diketahui.

Dikutip dari Reuters, kemarin, Macron bertolak ke bagian selatan Prancis. Di sana, dia mengunjungi sebuah pergu­ruan tinggi pelatihan profesional untuk industri perhotelan di wilayah Drome.

Kunjungan tersebut adalah salah satu dari serangkaian blusukan yang dia lakukan, untuk menarik simpati warga sebelum pemilihan presiden tahun depan. Termasuk juga pemilihan regional pada 20 Juni dan 27 Juni.

Berita Terkait : Akui Lakukan Genosida Rwanda, Prancis Minta Maaf

Lawan politiknya menuding, acara kepresidenan ini sebenarnya adalah perjalanan kampanye.

Macron kemudian melanjut­kan kunjungannya ke wilayah Prancis bagian selatan tersebut. Ia sepertinya tidak terlalu kha­watir akan keselamatan dirinya. “Tidak ada yang dapat menghentikan saya melanjutkan tugas ini. Insiden ini hanya soal perspektif,” katanya.

Perdana Menteri Prancis, Jean Castex, mengecam keras insiden itu. “Politik tidak akan pernah bisa menjadi kekerasan, agresi verbal, apalagi agresi fisik,” tegasnya.

Baca Juga : Kemenpora Gelar Pelatihan Tenaga Keolahragaan Di Pekanbaru

Macron bukan politisi Prancis pertama yang ditampar warganya. Pada Januari 2017, Perdana Menteri Manuel Valls, juga per­nah diserang seorang pemuda, saat dia mengunjungi Lamballe di Brittany. [DAY]