Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Cuitannya Dianggap Remehkan Covid, Menkes Inggris Hapus Postingan Dan Minta Maaf
Senin, 26 Juli 2021 11:48 WIB
Sebelumnya
Inggris mengalami gelombang pertama Covid yang menghancurkan pada tahun 2020, diikuti ancaman varian Alpha (Kent) yang membayangi musim dingin. Fakta ini dikaitkan dengan salah satu jumlah kematian akibat Covid-19 tertinggi di dunia, nyaris 129.000 dalam sehari.
Pemerintahan Johnson banyak dikecam, karena lambat menerapkan langkah-langkah pengendalian pandemi. Seperti mewajibkan masker dan lockdown, saat virus mulai menyebar pada musim semi 2020.
Baca juga : PPKM Diperpanjang, Presiden Genjot Testing Dan Tracing Secara Masif
Pada 24 Juli 2021, lebih dari 83 juta dosis vaksinasi telah diberikan di Inggris, dengan lebih dari 54 persen populasi telah mendapatkan vaksinasi penuh.
Saat ini, Inggris diprediksi menuju ke arah gelombang baru Covid-19, yang dipicu oleh varian Delta.
Baca juga : Nusantara Perang Lawan Covid, Negeri Kiwi Bantu Lagi Rp 15 M
Pemerintah Inggris telah mencabut pembatasan Covid pada awal bulan ini. Namun, jumlah kasus positif, rawat inap, dan kematian kembali meningkat. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya