Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kabul Diprediksi Jatuh Ke Tangan Taliban

Presiden Afghanistan Cari Bantuan Panglima Perang

Jumat, 13 Agustus 2021 05:20 WIB
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengangkat telunjuk saat ia berbicara pada hari pertama pertemuan akbar majelis Loya Jirga di Aula Loya Jirga di Kabul. (PRESS OFFICE OF PRESIDENT OF AFGHANISTAN / AFP).
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengangkat telunjuk saat ia berbicara pada hari pertama pertemuan akbar majelis Loya Jirga di Aula Loya Jirga di Kabul. (PRESS OFFICE OF PRESIDENT OF AFGHANISTAN / AFP).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kelompok pemberontak Taliban berhasil merebut kota demi kota di Afghanistan. Intelijen Amerika Serikat (AS) memprediksi, tak lebih dari tiga bulan, Kabul bakal jatuh.

Taliban berhasil merebut Ghazni, Ibu Kota Provinsi kesembilan di Afghanistan, Kamis (12/8). Jatuhnya kota yang berjarak 150 kilometer dari Kota Kabul itu membuat banyak pihak semakin khawatir, prediksi intelijen AS itu bakal terjadi.

Berita Terkait : Selama PPKM, Baikhati Kebanjiran Ribuan Permintaan Bantuan

Dilansir Washington Post dan Reuters, asesmen dari dinas intelijen itu mengatakan, Taliban dapat merebut Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dalam waktu 90 hari.

Seorang pejabat intelijen AS yang mengetahui asesmen tersebut mengatakan, Taliban dapat mengepung Kabul dalam 30 hari ke depan. Prediksi ini lebih cepat dari asesmen Juni lalu. Bahwa, Taliban bakal berhasil dalam waktu 6 bulan.

Berita Terkait : Menpora Sampaikan Pesan Presiden Ke Rahmat Usai Raih Medali Perunggu

Sejak pasukan asing yang dipimpin AS mulai meninggalkan Afghanistan, kelompok pemberontak tersebut langsung melancarkan serangan kilat dan menduduki sejumlah wilayah.

Taliban telah menguasai sekitar dua per tiga wilayah Afghanistan setelah AS dan sekutu di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menarik pasukanpada Mei lalu. Penarikan penuh akan berlangsung 31 Agustus mendatang.

Berita Terkait : Kemnaker Lirik Potensi Milenial dalam Gerakan Talenthub Bantu Kerja

Seorang pejabat keamanan senior Afghanistan mengatakan, Taliban merebut Ghazni, kota yang berada di perlintasan antara Kabul dan Kandahar. Semua kantor pusat pemerintahan telah diduduki pasca pertempuran hebat.

“Semua pejabat Pemerintah Daerah, termasuk gubernur, telah dievakuasi ke Kabul,” kata pejabat yang meminta namanya tak disebutkan itu, seperti dikutip dari Reuters.
 Selanjutnya