Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Manuver Kamala Harris Dicurigai China
AS Mau Pecah Belah Asia Tenggara, Yakin?
Kamis, 26 Agustus 2021 06:20 WIB
Sebelumnya
“Kami tahu bahwa China selalu memaksa, mengintimidasi, dan mengklaim sebagian besar Laut China Selatan. Klaim yang melanggar hukum ini telah ditolak oleh putusan pengadilan arbitrase 2016,” ungkap Harris dalam pidatonya di Singapura, seperti dikutip Reuters.
Sampai saat ini, China masih mempertahankan klaim atas sebagian besar perairan Laut China Selatan melalui Sembilan Garis Putus-putus yang dibuatnya. Garis-garis khayal tersebut turut menyinggung wilayah Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.
Baca juga : Pimpinan KPK Sekarang Belum Beres Dengan Urusan Dirinya
Usai berkunjung ke Singapura, Harris melanjutkan turnya ke Vietnam, Rabu (25/8). Kedatangannya ke Hanoi sempat tertunda karena Kedutaan Besar AS di Vietnam mendeteksi ancaman gangguan kesehatan, sindrom Havana, yang bisa menyerang Harris.
Di tengah penundaan, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh dan duta besar China untuk Vietnam mengadakan pertemuan yang tidak diumumkan sebelumnya.
Baca juga : PKS Usulkan Tutup Perbatasan
Melansir Reuters, Chinh mengatakan, Vietnam tidak memihak dalam kebijakan luar negeri. Duta Besar China menjanjikan sumbangan 2 juta vaksin Covid-19 selama pertemuan tersebut.
China adalah mitra dagang terbesar Vietnam. Negara yang dijuluki Negeri Paman Ho itu sangat bergantung pada bahan dan peralatan dari China untuk kegiatan manufakturnya.
Baca juga : Menteri Syahrul Bersyukur Mampu Pertahankan WTP Kelima Kali
Partai komunis kedua negara juga menjalin hubungan yang sangat dekat selama beberapa dekade. Meski demikian, Vietnam dan China masih terlibat perselisihan mengenai klaim maritim di Laut China Selatan, atau Vietnam menyebut Laut Timur. Hubungan AS-Vietnam juga membaik pasca perang kedua negara ini berakhir pada 1975. Meskipun demikian, AS menetapkan batasan hubungan sampai Vietnam menyelesaikan kasus hak asasi manusia. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya