Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dubes Belanda Lambert Grijns, Bicara Soal Atasi Stunting Dan Pernikahan Dini

Rabu, 1 September 2021 07:59 WIB
Dubes Belanda untuk Republik Indonesia Lambert Grijns acara virtual Ambassador Talks with the Embassy of the Kingdom of the Netherland yang terpantau daring di Jakarta, Kamis (26/8). (Foto: Antara)
Dubes Belanda untuk Republik Indonesia Lambert Grijns acara virtual Ambassador Talks with the Embassy of the Kingdom of the Netherland yang terpantau daring di Jakarta, Kamis (26/8). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Stunting atau gagal tumbuh kembang, serta pernikahan usia muda, merupakan salah satu masalah yang masih harus dihadapi Indonesia.

Duta Besar Belanda untuk Republik Indonesia Lambert Grijns pun memberikan sejumlah saran pada Indonesia untuk mengatasi masalah tersebut.

Berita Terkait : Dubes Kamapradipta Ismono, Bahas Kerja Sama Dengan Raja Gustaf

Dia berbicara dalam dalam acara virtual Ambassador Talks with the Embassy of the Kingdom of the Netherlands, Kamis (26/8). Acara ini terkait kerja sama Badan Kependudukan dan Ke luarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan Kedutaan Besar Belanda, untuk mengatasi sejumlah permasalahan dalam bidang kesehatan di Indonesia, seperti perkawinan anak dan stunting.

Berdasarkan data BKKBN, angka stunting di Indonesia menurun dari 37,2 persen pada 2013 menjadi 27,7 persen pada 2019. Namun angka tersebut belum mencapai standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), yaitu 20 persen.

Berita Terkait : Lili Pintauli Disanksi Potong Gaji 40 Persen Selama Setahun

Grijns mengatakan, pihaknya sangat mendukung Indonesia untuk dapat mengatasi permasalahan stunting. Ia juga memuji program Pemerintah seperti mengurangi perkawinan anak. “Indonesia sudah berada pada track yang benar,” kata Lambert.
 Selanjutnya