Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Heran Kasus Covid RI Cepat Turun
Malaysia Iri Ke Kita
Senin, 6 September 2021 08:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anjloknya kasus Covid-19 di Indonesia membuat seorang pimpinan parpol di Malaysia, Lim Kit Siang, iri. Dia pun langsung meminta Menteri Kesehatan Malaysia yang baru, Khairy Jamaluddin, untuk mengevaluasi kebijakan, agar Corona di negerinya juga bisa turun cepat.
Lim Kit Siang merupakan pimpinan Partai Aksi Demokratik (The Democratic Action Party/DAP). Saat ini, dia menjadi salah satu anggota parlemen Malaysia.
Lim membanding-bandingkan perkembangan kasus Corona yang terjadi di Indonesia dan Malaysia dalam dua pekan terakhir. Dia heran, mengapa kasus di Indonesia bisa turun tetapi di Malaysia masih melonjak.
Baca juga : Kasus Baru Turun Hingga 5.403, DKI Masih Betah Di 5 Besar
"Bisakah Menteri Kesehatan yang baru, Khairy Jamaluddin, menjelaskan?" tanya Lim seperti dilansir Malay Mail, Jumat (3/8).
Padahal, lanjut Anggota Parlemen dari Iskandar Puteri itu, penduduk Indonesia jauh lebih banyak daripada Malaysia. Hampir 10 kali lipat. Malaysia hanya berpenduduk sekitar 30 juta jiwa, sedangkan Indonesia mencapai 272 juta jiwa.
"Mengapa Indonesia mampu mengurangi jumlah kasus baru dalam 16 hari berturut-turut. Jumlah kasus di Indonesia kini lebih rendah dari Malaysia. Di saat Indonesia mencatat 8.955 kasus baru pada Kamis (2/9), Malaysia justru 20.988," cecarnya.
Lim semakin heran saat melihat data-data penanganan Corona di Indonesia dan Malaysia. Dari sisi vaksinasi, per 3 September, penyuntikan dosis pertama vaksin Corona di Malaysia sudah mencapai 63,4 persen penduduk. Untuk dosis kedua atau dosis lengkap sudah 48,8 persen
Di hari yang sama, penyuntikan dosis pertama di Indonesia baru 24,5 persen. Sedangkan untuk dosis lengkap baru 14,1 persen.
Lim pun mengingatkan, penanganan Covid-19 tak bisa hanya mengandalkan vaksinasi. Dia kepingin, Pemerintah Malaysia mencari cara yang lebih jitu dalam menangani Covid-19. "Agar kita bisa menang," harapnya.
Ahli epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman membenarkan, dalam beberapa hal, Malaysia lebih unggul dari Indonesia terkait penanganan pandemi. Selain vaksinasi, persentase testing di Malaysia juga lebih baik dibanding Indonesia. "Kurang lebih ya 8 kali lipat lebih banyak," kata Dicky, dalam keterangannya, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya