Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kasus harian Covid-19 di Amerika Serikat (AS) naik gila-gilaan dalam sepekan terakhir. Ini peringatan keras bagi Indonesia agar tetap waspada, tidak berpuas diri dan tetap mentaati protokol kesehatan (prokes).
Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengatakan, jangan sampai ledakan kasus Covid-19 di AS terjadi di Tanah Air.
Baca juga : Kasus Covid Turun, Kapolri Ingatkan Warga Jangan Euforia
“Kita tidak boleh meniru perilaku warga Amerika yang abai terhadap prokes karena mengira Corona sudah mau hilang,” kata Rahmad dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, kemarin.
Legislator PDIP ini menjelaskan, bila dilihat ke belakang, kasus Covid 19 di negara Paman Sam tersebut sempat melandai. Pada pertengahan Juni lalu, hanya 11 ribu kasus per hari.
Baca juga : Ledakan Kasus Covid-19 Di AS Warning Buat Indonesia
Tapi pada minggu terakhir Agustus, kasus harian naik lebih 1.000 persen. Sementara vaksinasinya juga sudah mencapai 51 persen jumlah penduduk.
Menurut Rahmad, kejadian yang tejadi di Negeri Paman Sam ini tidak boleh dianggap sepele. Artinya, dalam seminggu ini, kasus yang sebelumnya 11 ribu naik jadi 160 ribu hingga 200 ribu per hari.
Baca juga : Varian Baru Covid C12 Ditemukan Di Afrika Selatan
Masih menurut Rahmad, lonjakan kasus yang gila-gilaan di Amerika tersebut disebabkan anggapan bahwa Covid sudah menghilang, sehingga perilaku warga Amerika jadi keblablasan. Selain itu, kebijakan pemerintah membuat pelonggaran-pelonggaran ikut berkontribusi pada naiknya secara signifikan angka penderita Covid.
Karena tak ada kebijakan ketat, lanjut Rahmad, mobilitas masyarakat meningkat saat libur musim panas. “Akibat pelonggaran itu, saat ini publik Amerika dihadapkan kecemasan yang luar biasa,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya