Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mantan Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika Meninggal Dunia Di Usia 84

Sabtu, 18 September 2021 09:41 WIB
Mantan Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika meninggal dunia di usia 84 tahun. (Foto: AP)
Mantan Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika meninggal dunia di usia 84 tahun. (Foto: AP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika meninggal dunia di usia 84, dua tahun lebih setelah ia mengundurkan diri di bawah tekanan protes massa dan tentara.

Bouteflika, seorang veteran perang kemerdekaan Aljazair, telah memerintah negara Afrika Utara itu selama dua dekade sebelum pengunduran dirinya pada April 2019.

Kala itu, marak demo menolak rencananya untuk mencalonkan diri dalam masa jabatan kelima.

Sejak kena stroke tahun 2013, Bouteflika jarang terlihat di depan umum.

Berita Terkait : Bintang Legendaris Koes Hendratmo Meninggal Dunia Di Usia 79 Tahun

Penyelidikan Kasus Korupsi

Dalam upaya mengakhiri protes yang menuntut reformasi politik dan ekonomi, pihak berwenang meluncurkan penyelidikan korupsi setelah Bouteflika mundur. Ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Penyelidikan korupsi ini berbuntut pemenjaraan beberapa pejabat senior, termasuk saudara dan penasihat Bouteflika yang kuat, Said.

Said dipenjara 15 tahun, atas banyak tuduhan. Termasuk berkomplot melawan negara.

Berita Terkait : Gangguan Mesin, Batik Air Aceh-Jakarta Mendarat Darurat Di Kualanamu

Karier Bouteflika

Setelah kemerdekaan Aljazair dari Perancis pada tahun 1962, mantan presiden Bouteflika menjadi Menteri Luar Negeri pertama Aljazair dan tokoh berpengaruh dalam Gerakan Non-Blok yang memberikan suara global ke Afrika, Asia dan Amerika Latin.

Sebagai Presiden Majelis Umum PBB, Bouteflika mengundang mantan pemimpin Palestina Yasser Arafat untuk berpidato di badan tersebut pada tahun 1974.

Ini merupakan sebuah langkah bersejarah menuju pengakuan internasional atas perjuangan Palestina.

Berita Terkait : Gandeng Poros Muda Indonesia, Polri Gelar Vaksinasi Di Universitas Jakarta

Bouteflika juga menuntut agar China diberi kursi di PBB, dan mencerca pemerintahan apartheid di Afrika Selatan.

Dia memperjuangkan negara-negara pasca-kolonial, menantang apa yang dilihatnya sebagai hegemoni Amerika Serikat, dan membantu negaranya menjadi benih idealisme tahun 1960-an.

Dia juga menyambut Che Guevara, dan Nelson Mandela muda mendapatkan pelatihan pertamanya di Aljazair.

Black Panther Eldridge Cleaver, dalam pelarian dari polisi AS, diberi perlindungan.
 Selanjutnya