Dark/Light Mode

Prihatin Sumbangan Vaksin Ke COVAX Sedikit, IAVG Serukan Soal Keadilan Dan Transparansi

Rabu, 29 September 2021 08:29 WIB
Prof. Tjandra Yoga Aditama (Foto: Dok. Pribadi)
Prof. Tjandra Yoga Aditama (Foto: Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Independent Allocation Vaccine Group (IAVG) COVAX yang bertugas memvalidasi pembagian vaksin Covid-19 ke berbagai negara di dunia, menegaskan perhatiannya terhadap perkembangan pandemi. Serta dampaknya terhadap kesehatan, sosial dan ekonomi, dan selalu memberi dukungan maksimal untuk proses akses vaksin Covid-19 di berbagai negara di dunia.

Saat ini, IAVG memprihatinkan relatif rendahnya jumlah vaksin yang diberikan ke COVAX.

Hal tersebut disampaikan Prof. Tjandra Yoga Aditama - mantan Direktur WHO Asia Tenggara -, yang saat ini menjadi salah satu dari 12 international expert yang dipilih bergabung dalam IAVG COVAX.

Baca juga : Sandiaga Yakin Kerajinan Situbondo Bangkitkan Perekonomian Daerah

"IAVG sekali lagi menekankan kepada produsen vaksin, serta negara yang memproduksi vaksin dan sudah tinggi angka cakupan di negaranya, agar memberi perhatian pada keadilan ketersediaan vaksin (vaccine equity) dan transparansi, serta memberi informasi yang jelas tentang kapasitas produksi serta jadwal asupan ke COVAX," papar Prof. Tjandra dalam keterangannya, Rabu (29/9).

"Kami juga mengkhawatirkan adanya prioritas pendekatan bilateral, ketimbang solidaritas internasional/multilateral, serta kebijakan restriksi ekspor pada sebagian keadaan," imbuhnya. 

Menurutnya, salah satu upaya untuk membantu pemerataan adalah memprioritaskan alokasi vaksin dari COVAX untuk bulan Oktober ini, kepada negara-negara yang masih amat rendah cakupan vaksinnya.

Baca juga : Kebut Vaksinasi, Jokowi Minta Kepala Sekolah Tak Segan Kejar Kepala Daerah

Tentu, dengan mempertimbangkan kemungkinan negara-negara itu mendapatkan vaksin dari sumber-sumber lainnya.

"Kami di IAVG juga terus menganalisa informasi dan data tentang masalah kapasitas absorpsi vaksin di negara-negara yang cakupannya masih rendah," tutur Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI ini.

IAVG menegaskan pentingnya advokasi di tingkat internasional dan regional untuk mengatasi kurangnya kemauan politis (lack of political will) pada situasi tertentu, yang mengakibatkan gangguan implementasi pemerataan vaksin di dunia.  

Baca juga : Arsjad Bidik Peningkatan Perdagangan Dan Investasi

Negara-negara yang membutuhkan, juga perlu mendapat akses pendanaan dan dukungan teknis untuk implementasi vaksinasi di wilayahnya.

"Tentang sumber vaksin yang didapat COVAX, kami di IAVG berpendapat bahwa donasi memang sumber yang penting. Tetapi donasi harus dilihat sebagai upaya tambahan, dari pembelian vaksin oleh COVAX. Jangan sampai, donasi malah menggantikan kegiatan pembelian. Karena masalah pengurusan dan administrasi donasi, ternyata amat rumit dan membuat beban yang tinggi," jelas Prof. Tjandra.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.