Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prihatin Sumbangan Vaksin Ke COVAX Sedikit, IAVG Serukan Soal Keadilan Dan Transparansi
Rabu, 29 September 2021 08:29 WIB
Sebelumnya
Di samping itu, IAVG juga kembali menekankan agar negara yang menyumbangkan vaksin ke COVAX, dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan “catatan khusus” tentang negara mana yang boleh menerima sumbangannya (earmarking).
Negara penyumbang harus menjamin, vaksin sumbangannya tidak memiliki waktu kadaluarsa yang singkat. Karena akan menyulitkan pemanfaatannya di lapangan.
Tak ketinggalan, IAVG menyoroti berbagai upaya dan program untuk mengatasi kelompok yang menolak divaksin (vaccination hesitancy) di berbagai negara.
Baca juga : Sandiaga Yakin Kerajinan Situbondo Bangkitkan Perekonomian Daerah
Upaya ini seyogyanya bersifat lokal spesifik, dan amat memerlukan keterlibatan aktif masyarakat setempat.
IAVG juga menyampaikan, di berbagai belahan dunia terjadi keresahan sosial, situasi konflik serta bencana alam, yang tentunya mempengaruhi implementasi vaksinasi.
Dalam hal ini, solidaritas dan kerja sama internasional untuk mendukung program vaksinasi di negara-negara yang sedang menghadapi berbagai masalah ini, sangat diperlukan.
Baca juga : Kebut Vaksinasi, Jokowi Minta Kepala Sekolah Tak Segan Kejar Kepala Daerah
Terkait kemungkinan perlunya dosis tambahan untuk melindungi kelompok rentan masyarakat dan mereka yang memiliki gangguan kekebalan tubuh (immune-compromised), IAVG menganjurkan agar negara-negara mengumpulkan dan menganalisa lebih banyak lagi bukti ilmiah, sebelum memutuskan kebijakan pemberian vaksin booster pada masyarakatnya.
"COVAX tetap merupakan mekanisme global utama, agar negara-negara mendapat akses vaksin COVID-19 secara adil dan merata. Kami di IAVG siap selalu bekerja mendukung suksesnya program ini," tandas mantan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan. [HES]
Baca juga : Arsjad Bidik Peningkatan Perdagangan Dan Investasi
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya