Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Ilmuwan AS Penemu Reseptor Suhu Sabet Hadiah Nobel Kesehatan 2021
Selasa, 5 Oktober 2021 02:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ilmuwan asal Amerika Serikat David Julius dan Ardem Patapoutian memenangkan penghargaan Nobel Kesehatan 2021. Kedua ilmuwan tersebut menemukan reseptor untuk temperatur dan sentuhan.
Penemuan kedua ilmuwan itu merupakan terobosan dalam memahami bagaimana panas, dingin, serta kekuatan mekanik bisa memicu impuls saraf yang memungkinkan manusia beradaptasi dengan dunia sekitar.
Baca juga : Gandeng ShopeePay, KALCare Hadirkan Konsultasi Kesehatan Saat Pandemi
"Ilmu ini sedang digunakan untuk mengembangkan sejumlah perawatan kesehatan secara luas dengan berbagai jenis kondisi penyakit, termasuk penyakit kronis," ujar Dewan Nobel Institut Karolinska Swedia, selaku pemberi Hadiah Nobel Kedokteran 2021, dikutip dari Reuters, Senin (4/10).
Nobel adalah penghargaan paling bergengsi yang sudah berusia lebih dari satu abad. Pemenang penghargaan Nobel berhak atas hadiah uang senilai 10 juta crown Swedia atau Rp 16 miliar.
Baca juga : Tengok Latihan Timnas, Menpora Minta Shin Tae Yong Jaga Kesehatan
Penghargaan ini diberikan untuk mereka berprestasi di bidang ilmu pengetahuan, sastra dan perdamaian. Penghargaan ini diciptakan dan didanai oleh warga negara Swedia penemu dinamit dan pengusaha, Alfred Nobel.
Penghargaan Nobel diberikan sejak 1901. Sedangkan penghargaan bidang ekonomi pertama kali diberikan pada 1969. Pandemi Covid-19 telah menghambat perayaan pemberian penghargaan Nobel, yang biasanya dipenuhi dengan kemegahan dan kemewahan.
Baca juga : Rakerwil PKS Banten, Susun Strategi Hadapi Pemilu 2024
Sudah dua tahun berturut-turut seremoni penghargaan Nobel ditunda di tengah waswas penyebaran virus Corona dan lalu-lintas penerbangan internasional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya