Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ini 7 Kunci Singapura Menuju New Normal, Tes PCR Cuma Untuk Orang Yang Tidak Sehat
Minggu, 10 Oktober 2021 07:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengimbau warganya untuk memperbarui pola pikir, dan tidak dihantui ketakutan yang berlebihan terhadap bahaya Covid-19.
Untuk memantapkan langkah menuju tatanan hidup bersama Covid-19, Singapura akan menerapkan kebijakan pembatasan yang dikaitkan dengan vaksinasi, dan memperluas kebijakan isolaso mandiri bagi mereka yang terinfeksi Covid-19 gejala ringan.
Inilah 7 langkah yang dikuatkan Singapura untuk menuju hidup bersama Covid-19, seperti dilansir Channel News Asia pada Sabtu (9/10).
1. Orang yang belum divaksin tidak boleh makan di tempat umum.
Baca juga : Ketua DPD Minta Menkeu Lekas Sahkan Anggaran Untuk Anak Yatim Piatu
Aturan yang berlaku mulai 13 Oktober ini berlaku di pusat jajanan dan kedai kopi, area atraksi atau pertunjukan, pusat perbelanjaan, dan outlet yang berdiri sendiri.
Makan di tempat umum hanya boleh dilakukan oleh orang yang telah divaksin penuh. Satu grup hanya boleh 2 orang.
Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah, orang yang telah pulih dari Covid-19 dan orang yang tidak divaksin dengan hasil tes negatif yang valid juga dibolehkan makan di tempat umum.
Aturan ini sudah berlaku di perusahaan F&B lainnya.
Baca juga : Seluruh Penumpang Luar Negeri Jalani Tes PCR Begitu Mendarat Di Soetta
Petugas jaga jarak akan melakukan pemeriksaan selektif terhadap status vaksinasi pengunjung di aplikasi atau token TraceTogether mereka.
2. Tak ada lagi karantina untuk kontak erat
Di Singapura, kontak erat Covid tidak akan lagi menerima perintah karantina. Melainkan hanya mendapat peringatan risiko kesehatan.
Ini adalah bagian dari protokol kesehatan yang disederhanakan Kementerian Kesehatan (MOH) yang menekankan tanggung jawab pribadi dan manajemen diri, mulai Senin (11/10) besok.
Baca juga : BKS Tinjau Pelaksanaan Tes PCR Penumpang Luar Negeri Di Soekarno-Hatta
Di bawah protokol baru, yang berlaku untuk kontak dari semua tingkat risiko, orang harus segera mengisolasi diri dan melakukan tes cepat antigen, begitu menerima peringatan risiko kesehatan.
Jika hasil tes negatif, orang tersebut dapat melanjutkan aktivitas normal sepanjang hari, setelah mengunggah hasilnya secara online.
Ini diulang setiap hari selama total tujuh hari.
Mereka dapat keluar dari isolasi diri pada hari ketujuh, jika hasil tes terus negatif.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya