Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ini 7 Kunci Singapura Menuju New Normal, Tes PCR Cuma Untuk Orang Yang Tidak Sehat
Minggu, 10 Oktober 2021 07:34 WIB
Sebelumnya
3. Tes PCR hanya untuk orang yang tidak sehat
Di bawah protokol kesehatan baru Singapura, tes PCR hanya ditujukan untuk orang-orang yang merasa tidak sehat, dan bergejala.
Gejala ringan meliputi demam, batuk, kelelahan, kehilangan rasa atau bau baru, sakit tenggorokan, pilek, nyeri otot, diare, mual atau muntah.
Sedangkan gejala parah, antara lain berupa sesak napas, nyeri dada atau mengalami rasa tertekan, dan tidak bisa bicara atau gerakan.
Baca juga : Ketua DPD Minta Menkeu Lekas Sahkan Anggaran Untuk Anak Yatim Piatu
Sementara tes antigen akan digunakan untuk orang yang merasa sehat, seperti untuk tes massal dan kontak kasus Covid-19. Tujuannya, agar dapat mendeteksi infeksi dan memberlakukan isolasi diri sejak dini.
Untuk mendukung tes mandiri yang lebih teratur, setiap rumah tangga akan menerima 10 kit tes antigen dalam putaran distribusi melalui SingPost, mulai 22 Oktober hingga 7 Desember
4. Isolasi mandiri di rumah
Untuk kasus orang yang tidak divaksinasi dalam kelompok usia 12-49 tahun, serta anak-anak berusia 5-11 tahun, disarankan menjalani isolasi mandiri di rumah bila terinfeksi. Karena derajat keparahannya, diyakini rendah.
Baca juga : Seluruh Penumpang Luar Negeri Jalani Tes PCR Begitu Mendarat Di Soetta
Kelompok lansia umur 70-79 tahun juga diyakini dapat menjalani isolasi mandiri di rumah.
Ini berarti, pemulihan di rumah akan segera berlaku bagi semua orang, kecuali kelompok orang berusia 50 tahun ke atas, yang baru 1 kali vaksin atau tidak divaksinasi; kelompok orang yang telah divaksin dan berusia 80 tahun ke atas; bayi berusia kurang dari 1 tahun; dan balita berusia 1-4 tahun yang secara klinis tidak cocok untuk pemulihan di rumah
Orang-orang yang menjalani pemulihan di rumah, tidak peelu tes lanjutan bila selesai isolasi mandiri.
Masa isolasi akan berakhir setelah 10 hari untuk orang yang divaksinasi dan anak-anak berusia 12 tahun ke bawah, dan 14 hari untuk orang yang tidak divaksinasi di atas 12 tahun.
Baca juga : BKS Tinjau Pelaksanaan Tes PCR Penumpang Luar Negeri Di Soekarno-Hatta
5. Peluncuran vaksin anak
Dalam pidatonya, PM Lee mengatakan, vaksinasi untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun dapat diluncurkan pada awal tahun depan.
“Seiring bertambahnya kasus, dapat dimengerti bahwa orangtua mengkhawatirkan kemungkinan anaknya tertular virus," ujar PM Lee.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya