Dark/Light Mode

Siapin Anggaran Jumbo Buat Beli Rudal dan Drone

Jepang Pasang Kuda-kuda Hadapi Militer Tirai Bambu

Kamis, 14 Oktober 2021 06:20 WIB
Armada kapal perang milik Jepang. (Foto: REUTERS/Yuri Maltsev/File Photo).
Armada kapal perang milik Jepang. (Foto: REUTERS/Yuri Maltsev/File Photo).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Jepang mulai pasang kuda-kuda mengantisipasi manuver China di wilayah sengketa di Laut China Timur. Negeri Sakura berencana meningkatkan anggaran pertahanan guna membeli persenjataan militer.

Untuk pertama kalinya, beberapa dekade usai Perang Dunia II, kubu berkuasa, Partai Demokrat Liberal (LDP) mengajukan ang­garan pertahanan lebih dari 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sejumlah dana itu nantinya untuk membeli senjata seperti rudal dan drone.

LDP mengumumkan rencana tersebut, Selasa (12/10), sebagai kampanye untuk mempertahankan mayoritasnya di parlemen dalam pemilihan 31 Oktober.

Baca Juga : Netizen Dukung PPKM Jalan Terus Agar Masyarakat Sehat

Meskipun tidak secara lang­sung menyebut China, LDP berjanji untuk mencari tindakan yang bertanggung jawab atas isu-isu hak asasi manusia (HAM) berkaitan dengan ighur, Tibet, etnis Mongolia, dan Hong Kong. Selain itu, LDP juga menetapkan tujuan kebijakan jangka panjang, termasuk memperluas anggaran pertahanan Jepang melebihi 2 persen dari PDB.

Jepang merupakan negara dengan ekonomi terbesar ketiga dunia. asio angaran itu tersebut akan membuat Negeri Sakura itu setara dengan anggota Pakta Per­tahanan Atlantik Utara (NATO).

Peningkatan anggaran itu menandai perubahan dari tra­disi politik Jepang yang mem­batasi pengeluaran pertahanan di bawah 1 persen dari PDB, yang mencapai sekitar 5 triliun dolar AS.

Baca Juga : Piala Thomas 2020, Vito Penentu Kemenangan

Kementerian Pertahanan Jepang saat ini meminta sekitar 50 miliar dolar AS untuk tahun fiskal mendatang dari April 2021. “Kami menunjukkan tekad untuk mem­bela kehidupan, properti, wilayah, teritorial perairan rakyat Jepang, wilayah udara teritorial, kedaula­tan, dan kehormatan nasional,” ujar Kepala Kebijakan partai Sanae Takaichi pada konferensi pers, Selasa (12/10).

“Kami akan menawarkan ke­bijakan yang akan menghasilkan diplomasi yang kuat dan kapasi­tas pertahanan yang lebih kuat,” tambah Takaichi yang seorang nasionalis.

LDP juga akan terus menekan Koreua Utara (Kurut) untuk menyerahkan senjata nuklirnya. Ia menambahkan, Jepang secara jangka panjang harus mening­katkan pencegahan, termasuk ke­mampuan untuk menonaktifkan rudal dari negara-negara musuh.

Baca Juga : PUPR Ubah Wajah Labuan Bajo Jadi Wisata Berkelas Internasional

Sebagai sekutu, Amerika Serikat (AS) telah mendorong Jepang banyak belanja untuk pertahanan.
 Selanjutnya