Dark/Light Mode

Vaksinasi Tembus 70 Persen

Melbourne Cabut Lockdown 262 Hari

Senin, 18 Oktober 2021 06:30 WIB
Suasana sudut kota Melbourne, Australia, ketika lockdown. (Foto: Istimewa).
Suasana sudut kota Melbourne, Australia, ketika lockdown. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Melbourne merupakan kota yang memberlakukan lockdown terlama di dunia. Kini, Ibu Kota Negara Bagian Victoria, Australia, itu akan segera melonggarkan aturan tersebut. Menyusul vaksinasi yang terus meningkat.

Dilansir dari Reuters, Mel­bourne telah memberlaku­kan lockdown selama 262 hari atau hampir sembilan bulan sejak Maret 2020. Ini lebih pan­jang dari lockdown yang berlaku di Buenos Aires, Argentina, selama 234 hari.

Sementara, kasus virus Corona terus meningkat. Namun, tingkat vaksinasi di Victoria dilaporkan mencapai 70 persen pekan ini. Tingginya tingkat vaksinasi inilah yang memungkinkan pe­longgaran pembatasan.

Perdana Menteri Negara Bagian Victoria, Daniel Andrews, mengumumkan, pukul 23.59 pada Kamis (21/10), tidak akan ada lockdown, tidak ada pem­batasan meninggalkan rumah dan tidak ada jam malam.

Berita Terkait : Tim Thomas-Uber Tembus Perempat Final, Menpora: Mohon Doanya Ya!

“Hari ini (kemarin) adalah hari yang luar biasa,” kata Andrews saat menyampaikan pengumuman pencabutan lockdown, ke­marin, seperti dikutip Reuters

“Ini adalah hari di mana war­ga Victoria bisa bangga dengan apa yang telah mereka capai,” imbuhnya.

Victoria mencatat 1.838 kasus baru virus Corona dan tujuh kematian, kemarin. Negara bagian tetangga, New South Wales (NSW), yang mengakhiri lockdown yang berlangsung 100 hari, melaporkan 301 kasus dan 10 kematian.

Sebagaimana informasi, 80 persen penduduk NSW juga telah divaksinasi lengkap.

Berita Terkait : Berat Bos...

Australia, yang pernah men­jadi negara zero Covid sedang menuju hidup berdampingan dengan Corona melalui vaksi­nasi ekstensif.

Namun, saat hotel atau pusat bisnis dibuka kembali, kapasi­tasnya masih akan tetap dibatasi. Menurut perkiraan, sekitar 80 persen warga Victoria akan di­vaksinasi sepenuhnya, paling lambat 5 November mendatang.

Pejabat kesehatan Australia mengatakan, perjalanan bebas karantina dari Selandia Baru, akan dilanjutkan, Rabu (20/10). Pemerintah juga sedang berdis­kusi dengan Singapura tentang pembukaan kembali perjalanan antara kedua negara untuk mereka yang divaksinasi lengkap.

Meski ada peningkatan kasus da­lam beberapa bulan terakhir, jum­lah kasus infeksi virus Corona di Australia lebih rendah dibandingkan dengan banyak negara maju lainnya. Dengan lebih dari 143.000 kasus dan 1.530 kematian.

Berita Terkait : Sri Mulyani Ceria Banget

Sebagai informasi, tetangga Australia, Selandia Baru juga belajar hidup bersama Covid-19 dengan mempercepat vaksinasi.

Negara itu melaporkan 51 kasus baru, kemarin. Yakni 47 di Kota Auckland yang telah melakukan lockdown sejak pertengahan Agustus lalu.

Selandia Baru telah memvak­sinasi lebih dari 2,5 persen pen­duduknya. Sebagai bagian dari upaya vaksinasi massal yang dipimpin pemerintah. [PYB]