Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perkuat Branding Produk Unggulan Desa, Gus Halim Gandeng Raffi Ahmad

Kamis, 9 Juni 2022 21:48 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menerima kunjungan Rafi Ahmad, Candil Seurieus Band, dan Edwin Coklat Band, di Kantor Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Kamis (9/6). (Foto: Kemendes PDTT)
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menerima kunjungan Rafi Ahmad, Candil Seurieus Band, dan Edwin Coklat Band, di Kantor Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Kamis (9/6). (Foto: Kemendes PDTT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peningkatan kualitas produk-produk unggulan desa dengan berbagai inovasi dan potensi yang dimiliki harus selalu didukung dengan strategi pemasaran yang kuat.

Untuk menarik perhatian masyarakat luas serta memperkuat citra positif produk unggulan desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, menggandeng presenter Raffi Ahmad untuk terlibat dalam mempromosikan produk unggulan desa.

"Masyarakat desa membutuhkan motivasi dan strategi untuk memasarkan produk unggulannya. Saya berharap agar keterlibatan Raffi Ahmad sebagai publik figur menjadi kekuatan sekaligus motivasi warga desa, serta membantu promosi produk unggulan desa agar lebih bersaing," harap Gus Halim, sapaan akrabnya, saat menerima kunjungan Raffi Ahmad di Jakarta, Kamis (9/6).

Diungkapkannya, berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dari aktor, influencer hingga perguruan tinggi adalah bagian dari upaya percepatan pembangunan desa baik secara sosial maupun ekonomi.

Berita Terkait : Gus Halim Ajak Mahasiswa Berkarya Membangun Desa

Menurutnya, SDM dan pertumbuhan ekonomi di desa masih menjadi masalah serius sehingga angka kemiskinan, stunting, kelaparan, air bersih, dan lainnya belum berhasil dituntaskan.

Sehingga, butuh keterlibatan semua pihak termasuk publik figur sehingga muncul ide strategis yang dapat diaplikasikan di desa.

"Kita terus berikhtiyar semaksimal mungkin dalam pembangunan desa sebaik mungkin untuk kepentingan peningkatan SDM dan pertumbuhan ekonomi. Dua hal itu selesai maka selesai juga masalah di desa," tambahnya.

Di akhir sambutannya, Gus Halim optimis dengan dukungan dari sosok publik figur Raffi Ahmad akan memperkuat promosi produk unggulan desa, aplikasi desa wisata nusantara, produk BUMDes, desa wisata hingga program pemberdayaan desa lainya. Diingatkannya, desa butuh support dan motivasi, tak sekadar anggaran.

Berita Terkait : Percepat Pembangunan Desa Di Sulsel, Kemendes PDTT Gandeng UNM

"Misalnya, desa wisata banyak sekali. Kita lagi bantu promosi kita bikin aplikasi desa wisata nusantara yang dikelola bumdes bukan yang dikelola swasta. Masuk aplikasi situ terus desa bisa lakukan promosi. Dalam kurun setengah tahun kita kasih hadiah siapa yang jumlah like-nya paling banyak," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Raffi merespon antusias dan siap terjun langsung ke desa untuk mempromosikan semua potensi desa sehingga popularitas produknya meningkat.

Aktor sekaligus presenter 35 tahun tersebut yakin pemanfaatan sosial media adalah salah satu langkah penting yang bisa dilakukan di era digital ini. Tidak hanya untuk desa, namun hal tersebut juga dipastikan bermanfaat untuk Indonesia.

"Di Rans kita punya konten jajaran. Jadi pas lagi Covid kita ngundang umkm ke rumah kita. Kita nge-vlog dengan mempromosikan jajanan-jajanan itu. Nah ini bisa juga Gus, ketika kita ke desa, kita nge-vlog di sana. Kita tunjukin desa wisatanya, kulinerannya, atau hal-hal lain di desa itu. Ini bagus buat desa gus. Karena kalau desanya bagus, makmur pasti Indonesia juga makmur," ujar Raffi Ahmad.

 

Berita Terkait : Gus Halim Ingin Desa Jadi Motor Gerakan Antikorupsi di Indonesia

Raffi Ahmad berkunjung dan berdiskusi dengan Gus Halim terkait dengan strategi pembangunan desa. Menurutnya, desa memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan dengan pemberdayaan dan pendampingan secara langsung.

Dalam diskusi tersebut hadir pula Sekretaris Jenderal Taufik Madjid, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Ivanovic Agusta, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Erlin Chaerlinatun, Candil Seurieus Band, dan Edwin Coklat Band. ■