Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sambut Dubes China

Gus Halim Beberkan Kunci Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Di Indonesia

Kamis, 2 Juni 2022 15:50 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar ketika menerima kunjungan kerja Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia Mr. Lu Kang di ruang kerjanya, Kamis (2/6). (Foto: Humas Kemendes PDTT)
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar ketika menerima kunjungan kerja Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia Mr. Lu Kang di ruang kerjanya, Kamis (2/6). (Foto: Humas Kemendes PDTT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk pengentasan kemiskinan ekstrem, diperlukan Informasi yang terperinci dan detail dari setiap desa untuk memotret langsung kondisi riil masyarakat miskin di desa.

Data mikro by name by address berbasis pada SDGs Desa adalah solusi tepat bagi pelaksanaan program yang tepat guna dan tepat sasaran termasuk penanganan kemiskinan ekstrem di desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengungkapkan, desa-desa telah melakukan pemutakhiran data desa berbasis SDGs desa. Pendataan dilakukan oleh relawan desa.

Berita Terkait : Gus Halim: Pancasila Jadi Inspirasi Pembangunan Desa Berkelanjutan

Setelah diolah, data akan menghasilkan rekomendasi untuk dasar perencanaan pembangunan di desa, baik yang dilakukan pemerintah desa maupun supra desa.

"Dalam konteks penanganan kemiskinan ekstrem, analisis data dapat menghasilkan informasi tipe kemiskinan ekstrem serta cara penanganannya," ujar Halim Iskandar, ketika menerima kunjungan kerja Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia, Mr. Lu Kang, di ruang kerjanya, Kamis (2/6).

Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar menjelaskan, pengentasan kemiskinan ekstrem selaras dengan SDGs Desa tujuan nomor 1, yaitu Desa Tanpa Kemiskinan.

Berita Terkait : DPR RI Bakal Perjuangkan Peningkatan Anggaran Kemendes PDTT

Untuk menyelesaikannya, menurut Gus Halim, harus dilakukan di desa secara langsung dengan kerja sama semua pihak. Gotong royong banyak pihak ini akan semakin mempermudah dan mempercepat Indonesia dalam memupus kemiskinan ekstrem.

"Segala permasalahan di desa dapat diketahui secara rinci sehingga penyelesaiannya pun tidak akan keluar dari yang seharusnya," tuturnya.

Sebagai informasi, pertemuan Dubes Lu Kang dengan Gus Halim adalah dalam rangka meningkatkan kerja sama di bidang transformasi teknologi, pemberdayaan ekonomi desa serta pengentasan kemiskinan ekstrem.

Berita Terkait : Gus Halim Perjuangkan Satu Desa Satu Perawat

Dubes Lu Kang menuturkan, persoalan kemiskinan ekstrem telah sering dibahas saat pertemuan Indonesia dan China. Salah satu solusi negeri Tirai Bambu untuk mengatasi kemiskinan adalah lewat teknologi. Namun, pihaknya masih mencari solusi yang baik dengan belajar pada negara lain, termasuk Indonesia.

"Kita harus terus kembangkan kerjasama (bidang pengentasan kemiskinan ekstrem) meski sempat terjeda akibat masa pandemi Covid-19," kata Dubes Lu Kang.
 Selanjutnya