Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kembangkan Desa Wisata

Gus Halim: Jangan Terjebak Pada Wisata Pabrikan

Senin, 4 Juli 2022 11:58 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar Menjadi Keynote Speech pada Diskusi Panel Dengan Tema Pandemi Global Pemberdayaan dan Ketahanan Desa Wisata dan Wisata Pedesaan, di DIY, Minggu (3/7). (Foto: Humas Kemendes PDTT).
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar Menjadi Keynote Speech pada Diskusi Panel Dengan Tema Pandemi Global Pemberdayaan dan Ketahanan Desa Wisata dan Wisata Pedesaan, di DIY, Minggu (3/7). (Foto: Humas Kemendes PDTT).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta pengelola desa wisata tidak mengembangkan dan terjebak pada hal yang bersifat pabrikan. Sebaiknya, pengelola desa fokus untuk mengembangkan wisata alam dan budaya berbasis budaya desa.

"Wisata berbasis pabrikan tidak akan pernah bertahan lama. Jadi kembangkanlah alam, apa pun itu. Apa pun kondisinya alam di situ, eksplorasi semaksimal mungkin, dan itulah yang dijual. Jangan kemudian melakukan atau membangun desa wisata dengan berbasis pabrikan," ingat Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar.

Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam Diskusi Panel dengan tema "Pandemi Global, Pemberdayaan dan Ketahanan Desa Wisata dan Wisata Perdesaan", di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, seperti keterangan yang diterima RM.id, Senin (4/7).

Berita Terkait : Mendes PDTT: Kemiskinan Di Kebumen Menurun, Kualitas Pendidikan Meningkat

Dia mengingatkan hal itu lantaran masih ada beberapa desa yang sempat didatangi ternyata hanya mengandalkan wisata pabrikan.

"Kenapa? Karena pembangunan desa wisata berbasis pabrikan tidak akan pernah lama. Tapi kalau alam, sampai kapan pun, orang tidak akan pernah bisa melupakan. Kalau berbasis alam pasti akan lama dan tidak akan membuat orang jenuh," urainya.

Gus Halim mencontohkan, salah satu wisata alam yang mampu bertahan sampai puluhan tahun dan masih ramai sampai sekarang, yaitu taman rekreasi Selecta di Malang, Jawa Timur.

Berita Terkait : Bundesma Dana Bergulir Bisa Direplikasi Di Seluruh Indonesia

"Itu (Selecta) sejak zaman saya kecil sampai sekarang ya seperti itu. Tapi kenapa kok selalu ramai? Karena berbasis (wisata) alam," ungkap peraih Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini.

Gus Halim berharap, desa wisata tidak memaksakan diri untuk membangun desa wisata dengan basis pabrikan. Namun sebaliknya harus membangun berbasis alam.

Menurutnya, desa wisata berbasis pabrikan agak bahaya jika berkaitan dengan sustainabilitas atau berkelanjutan dan sulit bertumpu pada akar budaya.

Berita Terkait : Kejutan! Nama Gus Halim Diabadikan Jadi Nama Anggrek Varietas Baru

Sementara jika di suatu desa tidak punya potensi untuk menjadi desa wisata, maka diimbau agar desa tersebut tidak memaksakan diri.

Menurut Gus Halim, desa yang tidak punya potensi menjadi desa wisata lebih baik berkolaborasi dengan desa sekitar yang mempunyai wisata. Kolaborasi bisa dilakukan dalam hal parkir kendaraan, penitipan produk lokal BUMDes dan yang kerja sama lainnya.

"Pokoknya jangan memaksakan apa pun yang tidak menjadi potensi. Kalau memang tidak punya potensi desa wisata, jangan memaksakan diri," tegasnya.
 Selanjutnya