Dewan Pers

Dark/Light Mode

Luncurkan Program Sekolah Mengaji

Gus Halim Lontarkan Pantun Hormat Buat Para Guru Ngaji

Kamis, 30 September 2021 18:27 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (kiri), saat meluncurkan program milik Pemerintah Kabupaten Bandung, yaitu Program Sekolah Mengaji, Kamis (30/9). (Foto: Humas Kemendes PDTT)
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (kiri), saat meluncurkan program milik Pemerintah Kabupaten Bandung, yaitu Program Sekolah Mengaji, Kamis (30/9). (Foto: Humas Kemendes PDTT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meluncurkan program milik Pemerintah Kabupaten Bandung, yaitu Program Sekolah Mengaji, Kamis (30/9).

Program ini memberikan insentif kepada para Guru Mengaji yang mengajarkan anak-anak untuk membaca Al Qur'an.

Gus Halim, sapaan akrab Halim Iskandar, merasa bersyukur karena diberikan kesempatan untuk menghadiri acara yang memuliakan guru ngaji. Gus Halim pun memberikan pantun kehormatan untuk para guru ngaji itu.

Berita Terkait : Selama Pandemi Covid, 1.852 BUMDes Rambah E-Commerce

"Pergi ke Roma bersama mama. Tidak lupa membawa buah kurma. Pendidikan agama yang paling utama, membentuk siswa menjadi insan bertakwa," ucap Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Pantun berikutnya semakin menegaskan penghargaan Gus Halim kepada guru ngaji "Musim haji banyak jemaahnya. Rindu bertamu ke makam Rasulullah. Jadi guru ngaji banyak berkahnya, berbagi ilmu bekal menghadap Allah," seloroh Gus Halim disambut riuh tepuk tangan peserta yang hadir.

"Budaya antri budaya yang terpuji. Harus ditiru di seluruh penjuru negeri Saya dulu santri, juga rajin mengaji, berkat guru sekarang saya jadi menteri," sambung mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini. Tepuk tangan kembali menggema.

Berita Terkait : Gus Halim: Data Itu Penting, Agar Tepat Sasaran

Gus Halim kemudian menceritakan soal KH Abdussalam, salah satu pendiri Pondok Pesantren Kajen di Pati, yang salah satu santrinya, Rois Aam PBNU KH Sahal Mahfudz, dengan pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari.

Suatu hari, kata Gus Halim, KH Hasyim mengadakan perjalanan dari Jombang menuju Pati ke kediaman Abdussalam. Setiba disana, KH Hasyim tidak berani mengetuk pintu.

"Karena saat itu KH Abdussalam sedang mengajar ngaji anak-anak kecil, jadi KH Hasyim memilih duduk di ruang sebelah," kisahnya. 

Berita Terkait : Gus Halim: Transparansi Jamin Hak Warga Negara Untuk Tahu

Saat menyimak KH Abdussalam mengajar ngaji, KH Hasyim merenung dan bertasbih. KH Abdussalam dikenal sangat alim dengan kedalaman ilmu dan menguasai semua kitab, tapi masih sempat mengajar ngaji anak-anak kecil.

KH Hasyim "iri" karena KH Abdussalam masih melakukan hal yang tidak bisa dilakukan. "Intinya cerita ini, betapa mulianya dan betapa luar biasanya guru ngaji di hadapan KH Hasyim Asy'ari karena dengan ngaji anak-anak bisa baca Quran dan shalat yang merupakan pondasi utama membangun generasi penerus," tutur Gus Halim.
 Selanjutnya