Dark/Light Mode

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kemnaker Genjot Pengembangan BLK Komunitas

Jumat, 11 Juni 2021 07:00 WIB
Staf Khusus (Stafsus) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Caswiyono Rusydie Cakrawangsa. [Foto: Humas Kementerian Ketenagakerjaan]
Staf Khusus (Stafsus) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Caswiyono Rusydie Cakrawangsa. [Foto: Humas Kementerian Ketenagakerjaan]

RM.id  Rakyat Merdeka - Revolusi industri 4.0 memacu Kementerian Ketenegakerjaan (Kemnaker) terus mengembangkan dan memperkuat Balai Latihan Ketenagakerjaan (BLK) Komunitas. Dengan cara tersebut, dinilai bisa mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.

Hal ini disampaikan Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan (Stafsus Menaker), Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, dalam Workshop Peta Jalan Kemandirian BLK Komunitas, yang berlangsung dari 7-9 Juni lalu di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Berita Terkait : Kemnaker Jalin Kerjasama BLK Komunitas dengan Dunia Industri

"Pembangunan BLK Komunitas yang jumlahnya telah mencapai 2.127 meneguhkan lembaga pelatihan yang mandiri dan profesional," kata Rusydie, dalam keterangan persnya, Kamis (10/6).

Kemandirian BLK Komunitas ditandai dengan terbentuknya Forum Komunikasi Nasional BLK Komunitas. Hal ini menjadi peta jalan 25 kemandirian terbaik sebagai inkubator kewirausahaan. "Ini semua merupakan ikhtiar nyata Bu Menaker Ida Fauziyah dalam mempercepat pembangunan sumberdaya manusia dan pemulihan ekonomi nasional," ujarnya

Berita Terkait : Peduli Korban PHK Giant, Kemnaker Siapkan Pelatihan Vokasi di BLK

Diketahui, penetapan 25 BLK Komunitas sebagai inkubator usaha adalah hasil seleksi dari 40 BLK Komunitas unggulan yang dibangun sejak periode 2017, serta mengikuti workshop bertajuk Peta Jalan Kemandirian BLK Komunitas, di Tasikmalaya.

Menurut Rusydie, pengembangan BLK Komunitas membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak. BLK Komunitas juga diproyeksikan untuk menjadi pemeran utama dalam ekosistem pelayanan ketenagakerjaan di Indonesia.

Berita Terkait : Menaker Harap Yang Lulus Masuk Sektor Industri

"BLK Komunitas juga harus menjadi inkubator wirausaha, dan berperan menyiapkan kompetensi calon pekerja, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), terutama di kantong PMI," tambahnya.
 Selanjutnya