Dark/Light Mode

Wapres Soroti Soal Ketenagakerjaan

Angka Pengangguran Tinggi Produktivitas Masih Rendah

Rabu, 9 Juni 2021 05:38 WIB
Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin meresmikan pendirian Bank Wakaf Mikro (BWM) Pondok Pesantren (Ponpes) Cipasung Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (08/06/2021). (Foto : Setkab).
Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin meresmikan pendirian Bank Wakaf Mikro (BWM) Pondok Pesantren (Ponpes) Cipasung Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (08/06/2021). (Foto : Setkab).

RM.id  Rakyat Merdeka - Peningkatan jumlah pengangguran akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai dampak pandemi Covid-19 dan angkatan kerja baru, menjadi masalah serius dalam proses pemulihan ekonomi.

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan, hal itu diper­parah dengan rendahnya kualitas tenaga kerja di Indonesia.

“Persoalan ketenagakerjaan saat ini semakin kompleks. Angka pengangguran masih relatif tinggi, sementara daya saing atau produk­tivitas tenaga kerja masih rendah,” kata Ma’ruf pada Acara Rembug Nasional Vokasi dan Kewirausa­haan dan Peresmian Penggunaan BLK Komunitas Tahun 2020 Se- Indonesia, serta Peresmian Bank Wakaf Mikro (BWM) di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, kemarin.

Berita Terkait : Kartu Prakerja Diklaim Sukses Topang Daya Beli Masyarakat

Menurut Ma’ruf, persoalan tersebut ditambah pula dengan minimnya penduduk usia ang­katan kerja yang siap pakai, atau pernah mengikuti pelatihan ker­ja. Ini menyebabkan terjadinya mismatched skill.

“Tantangan menjadi semakin berat dengan perkembangan revolusi industri 4.0 dan teknologi digital yang semakin cepat dan mendisrupsi beragam sektor kehidupan termasuk industri dan ketenagakerjaan,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Ma’ruf, afirmasi kebijakan pemerin­tah yang melibatkan beragam pemangku kepentingan sangat dibutuhkan dalam memitigasi beragam persoalan ketenagakerjaan tersebut.

Baca Juga : Mitos Keperawanan (2)

Ini bertujuan, agar tenaga kerja nasional dapat tetap eksis dan berperan di era persaingan global yang ketat ini.

Ma’ruf menerangkan, saat ini pemerintah telah mene­tapkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai program prioritas yang paling utama. Pasalnya, faktor kualitas SDM menjadi kunci untuk me­menangkan persaingan global.

Kata dia, tenaga kerja yang berkualitas pastinya akan meningkatkan daya saing suatu negara terhadap negara-negara lainnya. Baik dari sisi daya tarik investasi maupun produk yang dihasilkan.
 Selanjutnya