Dark/Light Mode

Peduli Korban PHK Giant, Kemnaker Siapkan Pelatihan Vokasi di BLK

Jumat, 4 Juni 2021 22:05 WIB
Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI JSK), Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri
Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI JSK), Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan berencana memberikan pelatihan vokasi bagi pekerja Giant yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dengan begitu, pekerja yang ter-PHK dapat meningkatkan atau alih keterampilan, sehingga dapat masuk kembali ke pasar kerja atau berwirausaha mandiri.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI JSK), Indah Anggoro Putri. “Ibu Menaker sudah ada arahan kepada saya, Sekjen, dan Dirjen Bina Pelatihan (Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas /Binalatvoktas), untuk mengundang teman-teman pekerja mantan Giant mengikuti pelatihan di Balai-balai Latihan Kerja (BLK) Kemnaker,” katanya, dalam keterangan pers, Jumat (4/6/2021).

Berita Terkait : Bantu Korban Gempa, Kementerian PUPR Targetkan 3.050 Rumah Di Sulteng

Putri mengatakan, pihaknya telah memanggil manajemen PT Hero Supermarket, Tbk. Dari pertemuan itu, pihak manajemen PT Hero Supermarket akan berupaya menempatkan eks pekerja Giant ke unit usaha lain dari perusahaan tersebut.

“Namun nanti akan ada waktu tunggu dalam proses penempatan unit usaha lain tersebut. Karananya, kita membekali mereka keterampilan sembari menunggu waktu tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga : Solidaritas Perempuan Serukan Upaya Perbaikan Lingkungan Hidup

Pelatihan vokasi di BLK diperuntukkan bagi angkatan kerja untuk membekali keterampilan (skilling), meningkatkan keterampilan (up skill), ataupun alih keterampilan (reskill). “Harapannya, eks pekerja Giant yang mengikuti pelatihan memiliki alternatif untuk mencari pekerjaan lain atau berwirausaha secara mandiri,” jelas Putri.

Selain itu, lanjutnya, Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Binapenta & PKK) juga menyiapkan langkah alternatif bagi pekerja yang ter-PHK, yaitu Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM). "Ada arahan Ibu Menteri untuk merangkul para pekerja mantan dari Giant, walaupun mereka mendapatkan hak," sebut Putri.

Baca Juga : Ketua MPR Ajak Swasta Sukseskan Vaksinasi Gotong Royong

PT Hero Supermarket telah memutuskan menutup gerai Giant di seluruh Indonesia mulai Juli 2021. Kemnaker pun meminta pihak manajemen untuk memastikan para pekerja mendapatkan hak-haknya, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. [UMM]