Dark/Light Mode

Kemnaker Dalami Kasus BLKLN CKS

Senin, 14 Juni 2021 14:15 WIB
Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Haiyani Rumondang
Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Haiyani Rumondang

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mendalami kasus Balai Latihan Kerja Luar Negeri Central Karya Semesta (BLKLN CKS) Malang. Selain soal adanya Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang kabur, juga soal perekrutannya.

Pendalaman dilakukan setelah tim gabungan dari Pengawas Ketenagakerjaan Ditjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker & K3), Tim Pengantar Kerja Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Binapenta & PKK), Pengawas Ketenagakerjaan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan dan Pelindungan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan Jawa Timur menemukan 101 CPMI yang berasal dari Nusa Tenggara Barat.

Berita Terkait : Kemnaker Bakal Jewer BLKLN CKS

Rencananya, dari 101 CPMI itu 56 di antaranya akan dipekerjakan ke Singapura, dan 40 orang lainnya ke Hongkong. Waktu keberadaan mereka di BLKLN CKS Malang cukup beragam. Sebelum berangkat, ke-101 CPMI tersebut mengikuti pelatihan bahasa asing.

"Binwasnaker & K3 meminta pengawas ketenagakerjaan untuk terus mendalami permasalahan tersebut. Apakah dalam perekrutan dan pelaksanaan pelatihan kerja luar negeri di BLKLN PT CKS telah memenuhi ketentuan perundang-undangan, atau tidak," kata Dirjen Binwasnaker dan K3, Haiyani Rumondang, Minggu (13/6).

Berita Terkait : Kemnaker Pede Hadapi Industri 4.0

Apabila hasil pendalaman terdapat ketidakpatuhan regulasi pelatihan kerja, baik lembaganya, perekrutannya maupun pelaksanaannya, maka dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, seperti pencabutan izin. Hal penting lainnya yang akan dilakukan tim, yaitu mendalami apakah terdapat penyimpangan dalam perekrutan CPMI oleh PT CKS sebagai lembaga penempatan pekerja migran Indonesia, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

"Tim Pengawas Ketenagakerjaan akan mendalaminya, mulai persyaratan sebagai sebuah P3MI. Persyaratan perekrutan dan penempatan CPMI sebagaimana diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia," papar Haiyani.
 Selanjutnya