Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sambut Baik Usulan BNSP, Kemnaker Siapkan Sertifikat Kompetensi Pekerja

Rabu, 23 Juni 2021 07:02 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. (Foto: Ist)
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyambut baik usulan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) agar sumber daya manusia (SDM) yang mengikuti program Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Balai Latihan Kerja (BLK) mendapatkan sertifikat kompetensi pekerja. Pasalnya, sertifikat kompetensi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari definisi SDM kompeten dan berdaya saing.

"Sertifikat kompetensi memiliki arti sangat penting. Lulusan LPK/BLK keahliannya semakin diakui dengan adanya sertifikasi kompetensi. Sehingga apabila tidak terserap di pasar kerja, lulusan LPK/BLK bisa menjadi wirausaha," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat menerima audiensi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Mooryati Soedibyo (LPPMS) secara virtual di Jakarta, Selasa (22/6).

Ida menekankan, pelatihan kompetensi pekerja harus mampu menjawab kebutuhan dunia industri. Modul kurikulum dan program pelatihan pun harus menyesuaikan dengan kebutuhan industri.

Berita Terkait : Taufik Madjid: Kemendes Terus Giatkan Reformasi Birokrasi

"Sehingga lulusan LPK/BLK itu tidak nganggur. Tapi siap kerja dan dibutuhkan pasar kerja," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Hingga saat ini, lanjut Ida, pihaknya terus melakukan identifikasi LPK milik swasta, dan BLK yang dikelola oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Tujuannya agar program pelatihan vokasi diterapkan sesui dengan kebutuhan pasar kerja.

"Ke depan, kita dorong agar para lulusan LPK/BLK dapat bersaing dengan lulusan dari lembaga-lembaga pendidikan formal," ujar Ida.

Berita Terkait : 9 Lompatan Kemnaker, Strategi Hadapi Tantangan Pembangunan Ketenagakerjaan

Selain itu, Ida mengaku terus meningkatkan kerja sama dengan LPPMS. Selama ini Kemnaker melalui BLK telah bekerja sama dengan produk kecantikan Mustika Ratu dalam penggunaan sarana pelatihan peserta Asean Skill Competition dibidang kecantikan.

"Kami siap terus bekerja sama dengan LPPMS dalam peningkatan standar kompetensi kerja di bidang kecantikan, agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," imbuh mantan anggota DPR RI ini.

Ida menambahkan, salah satu kejuruan yang tengah dikembangkan Kemnaker untuk mendukung sektor pariwisata adalah kejuruan Spa Therapist. Bekerja sama dengan LPPMS, kejuruan Spa alias traditional healing ini dapat melayani pasar tenaga kerja dalam negeri, luar negeri, maupun wirausaha secara mandiri. Sehingga, peluang kerja bagi lulusannya menjadi lebih besar.

Berita Terkait : Cegah Stunting, Kementan Dorong Peningkatan Konsumsi Protein Hewani

Dia mencontohkan sejumlah BLK Komunitas di kawasan Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo akan dibangun khusus untuk kejuruan spa. "Untuk mempersiapkan jurusan baru itu, Kemnaker telah bekerja sama dengan Martha Tilaar, Mustika Ratu, Wardah, dan lain-lain," paparnya.

Sementara itu, LPPMS pun sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama dengan BLK Komunitas yang telah ditunjuk oleh Kemnaker. LPPMS akan menyiapkan instruktur, kurikulum, dan model pelatihan untuk spa therapist.

"Kami juga akan memberikan assist, pelatihan Training for Trainer (TFT) bagi penyiapan instruktur SPA Therapist agar BLK Komunitas kejuruan SPA yang didirikan dapat berjalan dengan baik," beber Direktur Business Development & Innovation PT. Mustika Ratu Tbk, Kusuma Ida Anjani. [UMM]