Dark/Light Mode

Sekjen Kemenaker Minta GNB Desak ILO Pulihkan Dunia Kerja

Senin, 7 Juni 2021 09:35 WIB
Sekretaris Jenderal Kemenaker, Anwar Sanusi (kiri), mewakili pemerintah Indonesia dalam Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Tenaga Kerja anggota Gerakan Non-Blok (GNB), pada Jumat (4/6), secara virtual. Sidang ini dipimpin Menteri Tenaga Kerja dan Perlindungan Sosial Populasi, Azerbaijan Sahil Babayev (di layar).
Sekretaris Jenderal Kemenaker, Anwar Sanusi (kiri), mewakili pemerintah Indonesia dalam Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Tenaga Kerja anggota Gerakan Non-Blok (GNB), pada Jumat (4/6), secara virtual. Sidang ini dipimpin Menteri Tenaga Kerja dan Perlindungan Sosial Populasi, Azerbaijan Sahil Babayev (di layar).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan semakin unjuk gigi. Mewakili pemerintah Indonesia dalam Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Tenaga Kerja anggota Gerakan Non-Blok (GNB), Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenaker, Anwar Sanusi meminta GNB mendesak Organisasi Buruh Internasional alias International Labour Organization (ILO) memulihkan dunia kerja.

Sidang PTM anggota GNB dipimpin Menteri Tenaga Kerja dan Perlindungan Sosial Populasi Azerbaijan Sahil Babayev, Jumat (4/6), secara virtual. Sejumlah topik penting dibahas dalam sidang ini, di antaranya, isu ketenagakerjaan dan kebijakan sosial, serta bagaimana negara-negara menanggapi secara efektif tantangan dunia kerja yang terdampak pandemi.

Anwar menegaskan, saat ini yang terpenting adalah memulihkan ekonomi. Sebab itu, GNB harus mampu meyakinkan ILO memperkuat dukungannya kepada negara-negara anggota dalam mewujudkan pemulihan dunia kerja yang terdampak Covid-19.

Berita Terkait : Sekjen Kemenkumham : Pancasila Dalam Tindakan Untuk Indonesia Bersatu

"GNB harus mendesak ILO memperkuat dukungan kepada anggota-anggotanya dalam mewujudkan pemulihan dampak Covid-19 terhadap dunia kerja, khususnya dalam tiga isu penting," pinta Anwar, mewakili Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, melalui keterangan resminya, kemarin.

Isu pertama yang harus menjadi perhatian ILO adalah memastikan akses vaksinasi Covid-19 tepat waktu, terjangkau, dan adil bagi semua negara. Untuk mewujudkan hal ini, Anwar mengusulkan seluruh anggota GNB mendesak ILO memperkuat keterlibatannya dengan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

"ILO harus memprioritaskan vaksinasi Covid-19 bagi pekerja kesehatan dan pekerja garis depan lainnya, serta pekerja kunci dan esensial, termasuk pelaut di semua negara yang terkena dampak," jelas Anwar.

Berita Terkait : Ribut-ribut Soal Garuda & Sriwijaya, Kemenaker Pasang Badan

Kedua, memajukan ekonomi digital untuk menciptakan kesempatan kerja sebagai sarana mengatasi ketimpangan antara negara berkembang dan negara maju. Soal hal ini, Sekjen Kemenaker mendukung upaya GNB mengatasi kesenjangan digital, baik di dalam negeri dan antar negara, serta memobilisasi peningkatan kerja sama pembangunan.

Ketiga, penerapan dan adaptasi rencana pemulihan yang berpusat pada manusia, atas permintaan negara anggota. Fokus dukungan khusus harus diberikan kepada negara-negara dengan kapasitas terbatas untuk melaksanakan rencana tersebut.

"Dukungan sebagaimana dimaksud, para pekerja di wilayah Arab yang diduduki termasuk di antara mereka yang paling rentan terdampak pandemi," kata Anwar.

Berita Terkait : Kemnaker Minta Manajemen Giant Berdialog dengan Pekerja

PTM GNB ini dihadiri lebih dari 120 anggota, dan diwakili 15 negara dalam sesi General Debate. Wakil 15 negara itu adalah Suriah, Kuba, Venezuela, Iran, Maroko, Palestina, Bangladesh, India, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Belarus, Namibia, Mesir, dan Filipina.
 Selanjutnya