Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Menaker Minta Petugas Pengantar Kerja Siap Hadapi Digitalisasi
Rabu, 23 Juni 2021 21:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Digitalisasi menjadi norma baru dan menjadi sangat penting bagi perusahaan modern maupun Pemerintah dalam memberikan layanan publik. Reformasi birokrasi salah satunya diwujudkan melalui akselerasi pemanfaatan dukungan teknologi informasi secara intensif dan masif. Hal ini penting agar bangsa ini mampu memenangkan kompetisi di pasar global.
Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat membuka acara “Sinergitas Pengantar Kerja Pusat dalam Era Digitalisasi,” di Novotel Hotel, Bogor, Jawa Barat. “Kemnaker (Kementerian Ketenagakerjaan) berupaya mengoptimalkan kinerja petugas Pengantar Kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini dalam upaya menghadapi dinamika perubahan yang sangat cepat akibat pesatnya perkembangan teknologi,” ujar Ida, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (23/6)
Baca juga : Mantan Menteri Portugal: Islam Bagian Dari Eropa Bukan Dari Luar
Masyarakat abad ini, papar Ida, sangat familiar dengan aplikasi smartphone, yang mampu menjawab berbagai kebutuhan. Termasuk dalam menerima informasi pasar kerja dan dunia kerja.
“Kehadiran secara fisik saat ini berkurang dan menjadi tak penting. Apalagi di masa pandemi Covid-19. Pilihan penggunaan aplikasi sekarang ini sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, Pengantar Kerja dapat menjadi agent of change (agen perubahan) yang mampu memberi warna baru dalam budaya organisasi di mana pun berkarya,” ujarnya.
Baca juga : Perkuat Empat Pilar, Penanganan Covid-19 Harus Dari Hulu Dan Hilir
Kegiatan “Sinergitas Pejabat Fungsional Pengantar Kerja di Pusat Dalam Era Digitalisasi” dalam Rangka Perencanaan Karier Pejabat Fungsional Pengantar Kerja ini diikuti sekitar 200 orang pejabat fungsional pengantar kerja. Ida mengaku sangat antusias dengan tema kegiatan ini.
“Karena dalam situasi pandemi Covid-19, kita tetap produktif. Koordinasi yang kuat dan berkesinambungan antara Pengantar Kerja di Kementerian Ketenagakerjaan maupun di BP2IP itu sangat diperlukan karena banyak masalah, banyak persoalan Ketenagakerjaan saat ini,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya