Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kemnaker Apresiasi Program Vokasi Bagi Dunia Kerja

Sabtu, 16 Oktober 2021 19:50 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menganggap program vokasi bisa menjadi solusi membeludaknya jumlah angkatan kerja.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker, Anwar Sanusi mengatakan, berbicara tantangan ketenagakerjaan, tak lepas dari kondisi demografi yang saat ini sedang dihadapi.

Berita Terkait : Kemenkop Apresiasi Upaya KSP Indosurya Penuhi Kewajiban

Persentase angkatan menurut tingkat pendidikan pada 2021 ada sekitar 54,66 persen angkatan kerja di Indonesia masih berpendidikan SMP ke bawah. Kemudian 13,01 persen yang memiliki pendidikan diploma dan universitas, serta 32,33 persen berpendidikan SMA atau SMK.

"Angkatan kerja berpendidikan SMP ke bawah di pedesaan persentasenya lebih besar dibanding perkotaan," ungkap Anwar, saat mengikuti webinar Diskusi Publik bertajuk Membangun Vokasi UI yang Berdaya Saing dan Menyejahterakan, Jumat (15/10/2021).

Berita Terkait : Kemnaker Ajak ASEAN-OSHNET Tekan Kecelakaan Kerja

Sementara persentase angkatan kerja menurut tingkat pendidikan dan jenis kelamin lebih banyak perempuan dibanding laki-laki. Untuk angkatan kerja kelompok umur non muda, cenderung memiliki tingkat pendidikan yang relatif lebih rendah dibanding kelompok umur muda.

Selain itu, penduduk bekerja berpendidikan rendah cenderung ada pada sektor primer, seperti pertanian dan pertambangan. Sedangkan untuk pendidikan menengah berada di sektor sekunder yang bergerak di bidang konstruksi, gas air pengelolaan limbah. Adapun pendidikan tinggi bekerja di sektor tersier seperti perdagangan dan jasa.

Berita Terkait : Petrokimia Gresik Gelar Program Magang Dengan Konsep Digital

"Penduduk berpendidikan rendah bekerja pada sektor informal. Sedangkan sektor yang berpendidikan tinggi cenderung bekerja di sektor formal," tutur Anwar.
 Selanjutnya