Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Sebaliknya, mengeliminir kualitas maskulin dalam menjalankan misi manusia sebagai ‘abid, maka kemungkinan besar yang akan terjadi adalah fatalisme keagamaan, yakni kesalehan individual yang tidak membawa dampak kedalam kehidupan sosial.
Baca juga : Sehat Untuk Apa? (1)
Idealnya, jika komposisi kedua kualitas ini menyatu dalam diri setiap orang, maka yang akan terjadi adalah kedamaian kosmopolit (rahmatan li al-’alamin) di tingkat makrokosmos dan negeri tenteram di bawah lindungan Tuhan (baldah tayyibah wa Rab al-Gafur) di tingkat mikrokosmos.
Baca juga : Konsep Sehat Dalam Al-Qur`an (2)
Jika saja manusia mengoptimalkan untuk mencontoh sifat-sifat Tuhan yang dipermudah dengan kehadiran Rasulullah sebagai contoh teladan, maka kita tidak perlu khawatir terlalu jauh dengan persoalan kesehatan masyarakat. Obsesi ajaran Islam tidak lain adalah masyarakat yang sehat rohani dan jasmani.(*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.