Dark/Light Mode

Belajar Kearifan Dari Dua Tokoh:

Al-Gazali Dan Ibn Rusyd (2)

Kamis, 25 November 2021 06:30 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Ada kesulitan membedakan sebuah naskah, Al- Gazali mana yang menulis naskah “Ihya’ Ulum al- Din”, sebuah kitab yang begitu terkenal dan sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia. Ada peneliti mengungkapkan, juz keempat penulisnya berbeda dengan juz 1,2, dan 3. Al-Gazali mana yang menulis juz keempat tersebut masih dipertanyakan karena rasa dan gaya bahasanya sedikit berbeda dengan juz sebelumnya.

Berita Terkait : Al-Gazali Dan Ibn Rusyd (1)

Karya monumentalnya, Ihya’ ’Ulum al-Din, ini sering dikritik oleh ilmuan atau pemikir muslim, namum pada saat bersamaan buku ini juga memberikan kehati-hatian para ilmuan filsafat agar tidak menafikan ilmu-ilmu tradisional Islam. Ia memasang badan untuk mempertahankan ilmu-ilmu tradisional Islam. Ia memperkenalkan model kecerdasan spiritual sebagai bagian keilmuan yang tak bisa disepelekan apalagi ditinggalkan.

Berita Terkait : Teologi Sperma, Darah Dan Air

Konsep mukasyafah dan konsep ma’rifah Al-Gazali tidak umum dikenal dalam ilmu filsafat, terus dipertahankan. Menurut Al-Gazali, kecerdasan spiritual dalam bentuk mukasyafah (penyingkapan langsung) dapat diperoleh setelah jiwa dan pikiran terbebas dari berbagai hambatan. Yang dimaksud hambatan di sini ialah kecenderungan duniawi dan berbagai penyakit jiwa, tentu saja termasuk dengan perbuatan dosa dan maksiyat.
 Selanjutnya