Dewan Pers

Dark/Light Mode

Antara Kebablasan Dan Pembengkakan Kualitas

Jumat, 17 Desember 2021 06:40 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Sikap ambivalensi masyarakat dalam merespons perubahan sosial semakin tampak. perjalanan reformasi selama lebih dari satu dekade ini, belum menunjukkan arah yang lebih jelas.

Pro-kontra berbagai pengamat masih saja terus dilancarkan, terutama pertanyaan sekitar persiapan pemerintah dalam menghantarkan indonesia ke dalam babak baru peradaban dunia.

Berita Terkait : Tidak Masa Bodoh Terhadap Kemungkaran

Ada kalangan yang pesimistik, seolah indonesia ini menjadi negara gagal dalam menyiapkan diri memasuki babak baru tersebut.

Kelompok ini cenderung pesimistik menatap masa depan. Mereka menilai, perkembangan masyarakat mengalami stagnan bahkan dekaden, ditandai lahirnya masyarakat yang cenderung meninggalkan tata karma dan keadaban publik.

Berita Terkait : Deradikalisasi Dalam Cita Dan Fakta (3)

Di pihak lain, ada kalangan yang over-confidence, bahwa indonesia sudah on the right track ke arah itu. Buktinya, secara kuantitatis, pertumbuhan ekonomi makro dan daya saing bangsa indonesia tidak terlalu jauh dengan negara-negara maju.

Bahkan Indonesia satu-satunya di kawasan asia Tenggara yang masuk kelompok negara G-20, dan hanya tiga negara berpenduduk mayoritas islam di dalamnya, yaitu indonesia, Turki, dan Saudi Arabia.
 Selanjutnya