Dark/Light Mode
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Jalan Panjang Konsolidasi Islam Indonesia (2)
Pola Dialektik Masuknya Islam Di Nusantara (3)
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - ISME-ISME itu bukan hanya mengambil tema “luar” yang sering berhadap-hadapan dengan ajaran Islam, seperti liberalisme, sekularisme, materialisme, pragmatisme, dan semacamnya, tetapi juga dengan mengambil tema “dalam” (from within), seperti paham NII, ISIS, Al-Qaedah, Hizbut Tahrir, Salafi-Jihadi, Ahmadiyah, Wahabi, Syi’ah, dan sejumlah Tarekat yang non-mu’tabarah di Indonesia.
Baca juga : Pola Dialektik Masuknya Islam Di Nusantara (2)
Di masa penjajahan sampai paroh pertama pemerintahan Orde Baru, Islam di Indonesia masih relatif terpelihara dengan sistem lama sebagaimana distrategikan oleh the founding fathers bangsa dan al-sabiqun al-awwalun penyiar Islam Indonesia.
Baca juga : Pola Dialektik Masuknya Islam Di Nusantara (1)
Mereka mempertahankan homogenitas umat Islam dengan membatasi isme-isme trans nasional demi berkonsentrasi “menuntaskan” islamisasi tahap berikut di masyarakat.
Baca juga : Agama-agama Lokal Pra Islam (1)
Umat dibiarkan berkonsolidasi menjadi muslim Sunny-Asy’ary- Syafi’iyah. Pondok Pesantren begitu kuat legitimasinya di masyarakat, walaupun itu hanya di Pulau Jawa dan Madura, karena di luar Pulau Jawa saat itu pondok pesantren belum merata.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.