Dewan Pers

Dark/Light Mode

Makna Kemping Parikesit

Selasa, 15 Maret 2022 06:08 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Parikesit dinobatkan menjadi raja di Hastina menggantikan Prabu Puntadewa pasca perang Baratayuda. Naiknya Parikesit sempat menimbulkan pro dan kontra. Kenapa tidak cucu Puntadewa yang berhak atas singgasana Hastina. Kalau diurut silsilah kerajaan, Panca Kusuma lebih berhak menggantikan Puntadewa dibanding Parikesit. Dipilihnya Parikesit karena memiliki wahyu ratu. Cucu Arjuna tersebut telah berhasil mempelajari ajaran Hasta Brata. Kepemimpinan Parikesit merupakan pangejawantahan “manunggaling kawulo gusti”.

Berita Terkait : Menang Kalah Jadi Abu

“Apakah itu alasan Parikesit dipilih Mo?” celetuk Petruk. Romo Semar tidak serta merta merespons pertanyaan Petruk. Semar sedang galau dengan perkembangan perang Rusia dengan Ukraina. Perang menimbulkan bencana kemanusiaan dan merusak pembangunan. Jumlah pengungsi ke negara tetangga terus mengalir dan menimbulkan permasalahan baru. Dampak invasi Rusia memicu inflasi global. Selain itu pertempuran melebar ke perang energi. Akibatnya roadmap energi dunia berubah dan berpotensi merusak tatanan perekonomian dunia.

Berita Terkait : Pesan Aswatama Ambyar

Sarapan pagi Romo Semar agak spesial pagi itu. Dapat kiriman Serabi Solo dari kerabat yang menghadiri Jumenengan Mangkunagoro X, kemarin. Kepulan asap rokok klobot membawa memori Romo Semar pada zaman Prabu Parikesit dinobatkan menjadi raja di Kerajaan Hastina.

Berita Terkait : Senja Di Bumi Purworejo

Kocap kacarito, Parikesit paham kalau dirinya sebetulnya kurang cakap menduduki singgasana Kerajaan Hastina. Parikesit hanya bermodalkan wahyu ratu warisan kakeknya untuk menjadi orang nomor satu di kerajaan sebesar Hastina. Musuh-musuh politik sudah lama menunggu kesempatan untuk menyerang balik cucu Pandawa. Di sisi lain, sisa-sisa pasukan Kurawa yang melarikan diri ke tengah hutan melihat peluang untuk menjatuhkan pemerintahan Hastina sudah di depan mata.
 Selanjutnya