Dark/Light Mode

Fenomena Umat Berkepribadian Ganda

Jumat, 26 Desember 2025 06:00 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Nilai-nilai agama dikesankan terlalu dogmatis, membatasi, berorientasi masa lampau, terlalu akhirat oriented, konservatif, bersifat statis, tradisional, statis, terlalu tekstual, kualitatif, dan deduktif. Sementara nilai-nilai kehidupan nyata di masyarakat terkesan terlalu rasional bahkan liberal, membebaskan, berori­entasi masa depan, terlalu dunia oriented, modern, dinamis dan mobile, kontekstual, dan induktif.

Dalam masa transisi sistem peradaban generasi muda bah­kan semua lapisan masyarakat seperti mengalami kekagetan berlapis-lapis (multiple shocks), seperti kekagetan teologi (theological shock), kekagetan budaya (cultural shock), kekagetan politik (political shock), kekagetan ekonomi (economical shock), dan kekagetan (science & tecnological shock).

Baca juga : Indonesia Dan Dunia Islam

Contoh teological shock ialah terjadinya transformasi aliran dan mazhab yang semula Jabariyah/Asy’ariyah ke Mu’tazilah/Abduhisme, dari Sunni/Syafi’i ke multi ma­zhab/talfiq, dari Fiqh oriented ke spiritual oriented, dari religiousness ke religious mindedness, dari orientasi teks ke orientasi konteks, dan dari tradisional-konvensional ke modern-kontemporer.

Contoh cultural shock terjadinya transformasi dan pergeseran nilai secara besar-besaran di masyarakat, seperti pergeseran nilai-nilai dalam keluarga, misalnya anak-anak kita tiba-tiba begitu familiar dengan makanan cepat saji (fastfood), pergeseran figur idola fungsional, pergeseran figur idola publik, perubahan radikal dalam mode/fashion, perubahan dalam menu/konsumsi, lahirnya budaya “mem­buang” dan menyewa, dan menipisnya budaya malu.

Baca juga : Keunggulan Demokrasi Pancasila

Dalam bidang politik, terjadi pergeseran dari elit bang­sawan ke elit birokrasi, dari elit pesantren ke elit kampus, dari central power ke local power, dari bandit nasional ke bandit lokal, dari charismatic leader ke professional man­ager, dari monarki-otoriter ke demokrasi-terbuka, dan dari promosi like and dislike ke meritokrasi. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.