Dark/Light Mode
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Menggagas Fikih Siyasah Indonesia (55)
Mengedepankan Pemimpin Adil
Tausiah Politik
Sebelumnya
Janji Allah SWT begitu istimewanya kepada pemimpin yang adil. Mulai dari cinta Allah SWT dan kedudukan lebih dekat dengan-Nya, istana naungan di bawah ‘Arasy di Padang Makhsyar yang matahari tinggal sejengkal di atas kepala, sampai kepada lebih mulia dari beribadah selama 60 tahun secara terus menerus, sampai kepada lebih mulia daripada turun hujan atau panen 40 tahun.
Baca juga : Tidak Menyepelekan Masalah Kemungkaran
Menjadi pemimpin yang adil memang sangat tidak mudah. Godaannya luar biasa sehingga memang pantas dibalas dengan jawaban setimpal. Godaan boleh jadi berasal dari keluarga terdekat, semisal pengaruh isteri atau anak-anak untuk hidup mewah atau keluar dari penderitaan dengan cara menghalalkan segala cara. Bisa jadi juga dari dalam diri yang bersangkutan sendiri, yang sudah kebelet nafsu sehingga terlena untuk melakukan hal-hal di luar batas kepantasan, apalagi jika sudah tenggelam di dalam lumpur dosa dan maksiyat di belakang kursi jabatannya.
Baca juga : Batas Kewenangan Pemimpin Publik (2)
Keadilan pemimpin merupakan hidayat dan karunia besar Allah SWT kepada kekasih-Nya. Jika seorang pemimpin sudah berusaha menjangkau asas keadilan di dalam memimpin masyarakat dan keadaan itu dipertahankan hingga masa terakhir usia produktifitasnya sebagai pemimpin, maka bergembira dan bersyukurlah karena sudah menjadi manusia langka. Jika seorang pemimpin di masa kepemimpinannya telanjur menjalankan pemerintahannya dengan tidak adil, lalu bertaubat dan konsisten mempertahankan asas keadilan di dalam memimpin masyarakat, maka termasuk pula pemimpin yang adil (al-imam al-‘adil). Mudah-mudahan tobatnya diterima dan husnul khatimah.
Baca juga : Batas Kewenangan Pemimpin Publik (1)
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 22 Juli 2023 dengan judul "Menggagas Fikih Siyasah Indonesia (55) Mengedepankan Pemimpin Adil"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.