Dark/Light Mode

Mengeksplor Surga Wisata Mentawai

Minggu, 9 Juni 2024 16:39 WIB
Prof. Wihana Kirana Jaya
Prof. Wihana Kirana Jaya
Pemerhati Pariwisata Berkelanjutan

 Sebelumnya 
Tidak hanya pantai, wisatawan dapat mengunjungi air terjun Pujujurung yang berair deras di Desa Goiso Oinan dan di tengah segarnya udara hutan. Lokasi ini dapat ditempuh sekitar 1 jam perjalanan dengan kendaraan dari dermaga Tuapejat.

Di depan dermaga Tuapejat, terhampar pulau Umat Siteu dengan hutan mangrove-nya. Naik boat 5 menit sampai di pulau tersebut.

Tak jauh dari Pulau Sipora, adalah pulau Awera yang menjadi salah satu destinasi dan resort cukup favorit dengan pantai yang eksotik dan ombak yang indah. Dengan air laut yang jernih, terumbu karang pada dasar laut tampak jelas.

Pesonanya tidak berhenti di situ, para wisatawan dapat mengeksplor pemandangan dan suasana hutan tropis Mentawai. Wilayah ini, khususnya pulau Siberut, masih memiliki kawasan hutan primer yang cukup luas dengan sekitar 900 spesies flora, dan sejumlah species endemic primate seperti bokkoi (Macaca pagensis), lutung Mentawai (Prebytis ponteziani siberu), bilou (Hylobates klossi), simakobu (Simias concolor siberu), serta 19 spesies burung endemic.

Pulau Sipora yang relatif termaju dan terpadat penduduknya dan menjadi lokasi ibukota kabupaten kepulauan Mentawai (kota Tuapejat), jumlah penduduknya tak sampai 10.000, sedangkan luas keseluruhan pulau ini 612 kilometer persegi, nyaris sama dengan luas Daerah Khusus Jakarta. Dengan kepadatan penduduk tak sampai 16 jiwa per kilometer persegi, maka tekanan terhadap lingkungan alam relative kecil. Maka, ekosistem bahari dan hutan tropis di Pulau Sipora masih relatif baik.

Budaya megalitik Mentawai juga menjadi daya tarik tersendiri. Para wisatawan dapat melihat rumah tradisional mereka yang terbuat dari kayu, menyaksikan tarian adat, dan berinteraksi dengan masyarakat Mentawai asli yang ramah.

Rumah adat tradisional Mentawai (uma) menggunakan prinsip yang sama dengan rumah adat suku Baduy Dalam, yakni dibangun tanpa paku dan mengandalkan kekuatan simpul serta sambungan kayu/bambu (sambungan bertakik/berpasak). Materialnya kayu dan bambu untuk struktur, pintu, dan dinding rumah, sedangkan untuk atap dari rumbia.

Masyarakat adat Mentawai telah berinteraksi dan beradaptasi dengan alam dengan cara mereka sendiri secara turun temurun sejak tahun 500 SM. Kearifan lokal dan nilai-nilai tradisi yang dipegang teguh suku Mentawai asli cenderung berkawan dengan gempa (earthquake friendly) yakni, dengan menjaga kelestarian alam sebaik-baiknya. Hutan dan vegetasi bakau yang masih relatif asli, selain menjadi sumber penghidupan, adalah juga pelindungan alam terbaik terhadap kemungkinan bencana.

Baca juga : Mendag Kasih Kode Harga MinyaKita Bakal Naik

Di samping masyarakat adat lokal yang menjaga kelestarian alam Mentawai dengan kearifan lokalnya, pemerintah pun hadir melalui Balai Taman Nasional Siberut. Taman Nasional Siberut luasnya 190.000 hektar.

Di luar kawasan taman nasional, ternyata terdapat kawasan hutan produksi konversi (54.856 hektar) dan kawasan hutan produksi (256.011 hektar), sehingga luas kawasan hutan termasuk taman nasional Siberut seluruhnya 491.917 hektar. Luas total wilayah daratan kabupaten kepulauan adalah 601.135 hektar.

Sesuai dengan ‘setting’ alamnya, Mentawai tampaknya tidak pas untuk ‘mass tourism’. Fungsi konservasi perlu dikedepankan, sedangkan pariwisata hanya menjadi ‘bonus’. Ekoturisme bahari menjadi andalan Mentawai.

Konektivitas Laut/Udara

Pariwisata Mentawai mungkin tidak butuh banyak polesan, dalam arti tidak perlu obyek-obyek wisata buatan, akan tetapi tetap membutuhkan infrastruktur konektivitas seperti pelabuhan dan bandar udara, bahkan sifatnya vital, baik untuk mobilitas warga maupun wisatawan. Sebuah bandara kecil cukuplah, akan tetapi cukup banyak pelabuhan/dermaga yang dibutuhkan untuk konektivitas antarpulau, termasuk logistik.

Pemerintah pusat menaruh perhatian pada Mentawai, karena merupakan salah satu wilayah 3TP (terdepan, terluar, tertinggal dan perbatasan). Untuk menunjang pariwisata Mentawai, pemerintah melalui kementerian perhubungan telah membangun bandara baru, yakni Rokot Sipora baru , dengan panjang runway 1.500 meter yang dapat didarati pesawat sekelas ATR-600 berkapasitas 78 penumpang. Bandara Mentawai baru memiliki terminal berukuran 1.600 meter persegi yang mampu menampung penumpang sebanyak 53.881 orang per tahun.

Sebelumnya, bandara perintis (Rokot Sipora Lama) dengan landas pacu 850 meter hanya bisa didarati pesawat propeller sekelas Cessna Grand Caravan berkapasitas 12 orang. Naik pesawat kecil seperti ini tentu kurang nyaman, karena goncangan angin dan awan terasa sekali.

Namun, sebagai wilayah kabupaten kepulauan, konektivitas jalur laut antarpulau dan dari Padang – Mentawai amat vital untuk mobilitas penumpang dan barang. Penyeberangan dari Padang ke Mentawai dilayani dengan kapal ferry dari pelabuhan Teluk Bungus ke Tuapejat atau Sikakap (Pagai Selatan).

Sementara pelayaran antarpulau saat ini dilayani dengan kapal cepat MV Mentawai Fast, operator swasta yang bekerjasama dengan pemerintah kabupaten (pemkab). Dalam haL ini, Pemkab akan mensubsidi operator ketika load factor kurang dari 60%, sesuai dengan jumlah kursi /penumpang untuk mencapai load factor 60% tersebut.

Baca juga : Rekor Baru Guardiola Dan Man City

Rute yang dilayani kapal cepat ini adalah Tuapejat-Siberut Selatan (Siberut) – Siberut Utara (Sikabaluan), dan Tuapejat – Sikakap. Sementara rute yang tidak dilayani oleh kapal cepat, dilayani dengan kapal milik pemkab.

Namun, terdapat satu wilayah Kecamatan yang belum memiliki dermaga, yakni kecamatan Siberut Tengah. Hal ini menyebabkan kesulitan untuk mobilitas penduduk dan distribusi logistic.

Akibatnya, harga bahan-bahan kebutuhan pokok relative mahal. Padahal desa Saibi Samukop, yang menjadi tempat kedudukan pusat pemerintahan kecamatan Siberut, luasnya lebih dari 1000 kilometer persegi, jauh lebih luas dari Daerah Khusus Jakarta.

Secara umum konektivitas wilayah pulau Siberut dan wilayah kabupaten kepulauan Mentawai umumnya, masih amat memprihatinkan akibat belum terbangunnya konektivitas transportasi darat antarwilayah kecamatan, terutama di luar pulau Sipora.

Penyelesaian pembangunan jalan Trans Mentawai yang direncanakan sepanjang 393 kilometer menjadi kunci, untuk memperlancar mobilitas para wisatawan/penduduk lokal, dan terutama menurunkan biaya logistic wilayah bersinergi dengan pelabuhan. Pembebasan lahan dan pembukaan jalan tanah oleh pemkab ditargetkan selesai tahun 2024, dan rencananya dilanjutkan dengan peningkatan jalan (pengerasan jalan dengan beton/aspal) oleh pemerintah pusat (KemenPUPR) dengan dana APBN.

Namun, kelanjutan pembangunan jalan Trans Mentawai tahun ini, khususnya di pulau Siberut, tampaknya belum jelas. Hal ini karena sebagian rencana trase jalan melewati kawasan Taman Nasional dan kawasan hutan produksi.

Maka, prosedur perijinan perlu ditempuh oleh pemerintah provinsi Sumatera Barat dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kita harapkan dapat segera kelar, sehingga pembangunan Trans Mentawai dapat dilanjutkan.

Konektivitas udara, laut, dan darat perlu eksis dan saling bersinergi untuk mendukung pengembangan pariwisata dan wilayah kabupaten kepulauan Mentawai dalam koridor pembangunan berkelanjutan. Selain jaringan jalan, kawasan wisata bahari Mentawai membutuhkan prasarana air bersih, prasarana pengelolaan sampah, pos-pos keamanan, dan mungkin area-area evakuasi. Hingga batas tertentu masih diperlukan pengembangan kawasan resort dan homestay berstandar internasional untuk mendukung event-event olahraga selancar internasional yang diharapkan akan dapat terselenggara di Mentawai. Potensi Pariwisata Keberlanjutan Pengelolaan pariwisata Mentawai, selain perlu dengan pendekatan berkelanjutan (sustainable tourism), juga bersifat inklusif. Dalam hal ini, Holding BUMN di sektor pariwisata dan aviasi, InJourney tengah merangkul kelompokkelompok tani antara lain di Desa Wisata Muntei, Siberut Selatan. InJourney melihat peluang untuk mengembangkan destinasi pariwisata di Mentawai yang berkelanjutan dengan mendorong keterlibatan masyarakat lokal sebagai aktor utama untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata.

Baca juga : Jokowi-Mega Sulit Disatukan

InJourney tengah mempersiapkan program pelatihan dan pendampingan bagi petani lokal agar mereka dapat menghasilkan sayur dan buah-buahan organik sesuai dengan kebutuhan offtakers sektor pariwisata yaitu resort dan homestay  yang ada di Mentawai dengan pendekatan from farm to table. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat, namun juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, khususnya dari Padang.

Saat ini, sekitar 80% kebutuhan bahan pangan di 63 resort dan homestay di Mentawai dipasok dari luar daerah. Oleh karena itu InJourney memulai sebuah inisiatif pengembangan sektor pertanian dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari mendorong peran pemerintah daerah dalam membuat regulasi yang mendukung pemanfaatan produk pertanian lokal, peran akademisi dalam menganalisis potensi dan implementasi teknologi pertanian, keterlibatan pemilik resorts  dan homestay sebagai offtakers, serta pemberdayaan masyarakat lokal dengan harapan terciptanya ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan di Mentawai.

Pengembangan pertanian organik yang terintegrasi ini membutuhkan sarana dan prasarana mulai dari demplot, kandang sapi, unit pengolahan pupuk organik, pusat pengolahan dan pengepakan, unit gudang dingin, kendaraan logistik dan lainnya. Kelompok tani ini kemudian dihimpun melalui pembentukan koperasi-koperasi pertanian di masing-masing desa wisata Model ‘balai ekonomi desa’ (Balkondes) seperti yang dikembangkan di desa-desa wisata sekitar Borobudur dapat diterapkan di Mentawai. Melalui pendekatan pariwisata berkelanjutan yang inklusif tersebut, maka kesejahteraan warga lokal dapat terangkat dan dapat menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Jakarta, 8 Juni 2024

Wihana Kirana Jaya, Pemerhati Pariwiisata Berkelanjutan

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.