Dark/Light Mode
Tausiah Politik
Sebelumnya
Peristiwa yang menimpa Nabi Yusuf dan ‘Aisyah tidak tertutup kemungkinan akan terjadi pada diri setiap orang. Ini suatu pelajaran besar buat keluarga publik figur untuk senantiasa hati-hati. Yang perlu diingatkan kepada siapapun jangan terlalu mudah memfitnah orang. Ingat firman Allah: Al-fitnah asyaddu minal qatl (Fitnah lebih kejam dari pembunuhan/Q.S. Al-Baqarah/2:191 & 218).
Para Nabi di dalam mengelola fitnah mengedepankan ketenangan dan tidak reaktif, seperti kalangan pembesar lain jika diterpa fitnah. Nabi diam-diam membentuk tim ivestigasi untuk mengecek kebenaran fitnah keji itu.
Baca juga : Mengelola Fitnah Dengan Baik (1)
Tim pertama ditunjuk Ali ibn Abi Thalib dan tim kedua ditujuk Usama ibn Zaid. Ali memberikan komentar: “Saya sanggup mencarikan perempuan lebih cantik dan lebih baik daripada Aisyah”, artinya Aisyah ada masalah.
Sementara Zaid menyampaikan kesimpulan bahwa semua fitnah itu tidak berdasar. Al-Qur’an kemudian turun memberikan legitimasi temuan Zaid bahwa Aisyah tidak bersalah dan tidak berdosa, sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut di atas.
Baca juga : Mengapresiasi Kebebasan Beragama
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 18 September 2024 dengan judul "Mengelola Fitnah dengan Baik (2)"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.