Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Astha Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran:Memantapkan Pertahanan Dan Bilateral Indonesia-Vietnam
Kamis, 19 September 2024 07:27 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
Tantangan geopolitik yang dihadapi Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto tidak bisa dipisahkan dari konteks global. Rivalitas antara Amerika Serikat dan China terus mendominasi agenda politik di kawasan Asia Pasifik. Keduanya memperebutkan pengaruh di kawasan yang secara ekonomi dan militer sangat penting ini. Maka Indonesia, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, memiliki kepentingan besar untuk menjaga agar ketegangan ini tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Dalam pertemuan dengan Vietnam, Prabowo menyampaikan komitmennya untuk mempertahankan stabilitas regional, dengan memastikan bahwa Indonesia akan terus aktif berpartisipasi dalam dialog internasional yang berfokus pada solusi damai. Tambahan pula Laut China Selatan, yang menjadi salah satu titik panas utama dalam rivalitas geopolitik, adalah salah satu kawasan yang paling rentan terhadap potensi konflik.
Oleh karena itu, kerja sama maritim antara Indonesia dan Vietnam menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga stabilitas dan memastikan bahwa kawasan ini tetap bebas dari dominasi kekuatan asing. Prabowo menekankan pentingnya pendekatan multilateral dalam menangani masalah ini, dengan mengedepankan peran ASEAN sebagai platform utama untuk mengatasi isu-isu keamanan regional.
Pendekatan Prabowo terhadap diplomasi internasional tidak hanya berfokus pada kerja sama strategis, tetapi juga pada pembangunan hubungan personal antar kepala negara. Undangan resmi yang ia sampaikan kepada Presiden Vietnam untuk menghadiri pelantikannya sebagai Presiden Indonesia adalah contoh dari pendekatan diplomasi personal yang diadopsi oleh Prabowo. Dengan membangun kedekatan pribadi dengan pemimpin negara sahabat, Prabowo percaya bahwa hubungan bilateral dapat diperkuat, tidak hanya melalui saluran formal diplomatik tetapi juga melalui hubungan personal yang lebih mendalam.
Baca juga : Kunjungan Presiden Terpilih Prabowo Subianto: Memperkuat Kerja Sama Pertahanan Di ASEAN
Diplomasi personal yang diterapkan oleh Prabowo juga mengindikasikan gaya kepemimpinannya yang fleksibel. Dalam menghadapi berbagai tantangan global, Prabowo akan memanfaatkan hubungan personal sebagai alat untuk memfasilitasi dialog yang lebih terbuka dan berkelanjutan. Pendekatan ini dapat memperkuat peran Indonesia sebagai mediator dalam berbagai isu global, terutama di kawasan yang sering kali menjadi medan persaingan kekuatan besar.
Keterlibatan Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan di bawah kepemimpinan Prabowo, diharapkan dapat meningkatkan pengaruh diplomasi Indonesia di tingkat internasional. Dengan pengalaman militernya, pemahaman mendalam tentang keamanan regional, dan pendekatan diplomasi personal, Prabowo memiliki potensi untuk memimpin Indonesia ke arah yang lebih strategis dalam menghadapi tantangan geopolitik global.
Baca juga : Pemerintahan Prabowo-Gibran: Pembangunan Desa Untuk Pemerataan Ekonomi
Hubungan yang ia bangun dengan Vietnam, dan negara-negara lain di Asia Tenggara, akan menjadi landasan penting dalam menjaga stabilitas kawasan serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin di ASEAN dan dunia.
Prof. Dr. Drs, Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Direktur Jenderal Sosial Politik Kementerian Dalam Negeri RI, dan Gubernur Lemhannas RI (2001-2005).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya