Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
Militer yang kuat bukan hanya alat pertahanan, tetapi juga alat diplomasi yang dapat meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam hubungan internasional. Peran aktif Indonesia dalam menjaga keamanan kawasan, terutama di Asia Tenggara dan Asia-Pasifik, akan memperkuat citranya sebagai negara yang dapat diandalkan dalam menjaga perdamaian dunia.
Diplomasi juga menjadi elemen krusial dalam mewujudkan kebangkitan Indonesia sebagai pemimpin dunia. Sebagai negara dengan posisi geopolitik yang khas, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi jembatan bagi dialog antar kekuatan besar dunia. Dalam rivalitas yang semakin meningkat antara Amerika Serikat dan Tiongkok, Indonesia dapat memainkan peran sebagai mediator yang netral dan pragmatis.
Baca juga : Membangun Kepemimpinan Pemerintahan Dari Desa
Hubungan baik Indonesia dengan berbagai kekuatan dunia, baik di Timur maupun Barat, memberikan Indonesia kesempatan untuk mempromosikan stabilitas global melalui diplomasi yang berfokus pada kerjasama dan penyelesaian konflik. Dalam forum-forum internasional seperti ASEAN, G20, dan PBB, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin kawasan yang juga memiliki pengaruh di panggung global.
Di bawah kepemimpinan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih, militer Indonesia akan mengalami penguatan signifikan, tidak hanya dari aspek teknologi dan kapabilitas tempur, tetapi juga dari sisi diplomasi pertahanan. Dalam lingkungan global yang semakin kompleks, Indonesia membutuhkan militer yang tangguh dan adaptif.
Baca juga : Pesan Moral Geopolitik Untuk Bangsa Rusia Dan Umat Manusia Cinta Damai
Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto diperkirakan akan mendorong modernisasi alutsista dan pengembangan kapasitas personel untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin beragam. Selain itu, diplomasi pertahanan akan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan Asia Tenggara, dengan memperkuat hubungan bilateral dan multilateral bersama negara-negara lain.
Diplomasi pertahanan ini akan memberikan dampak strategis terhadap stabilitas kawasan, yang pada gilirannya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan stabilitas keamanan yang terjaga, ruang bagi aktivitas ekonomi domestik dan internasional akan terbuka lebih luas. Sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki potensi untuk terus tumbuh apabila didukung oleh keamanan yang kuat.
Dengan mengambil peran lebih aktif dalam forum-forum global, Indonesia akan dapat memperkuat posisinya sebagai negara yang berpengaruh di tingkat internasional. Melalui keterlibatan dalam inisiatif global ini, Indonesia tidak hanya akan meningkatkan pengaruh diplomatiknya, tetapi juga memanfaatkan peluang ekonomi dan politik yang lebih luas demi kepentingan nasional.
Prof. Dr. Drs, Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Direktur Jenderal Sosial Politik Kementerian Dalam Negeri RI, dan Gubernur Lemhannas RI (2001-2005).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya