Dark/Light Mode

Road-Map Menuju Langit

Tahap Pertama: Dari al-Khalq Menuju al-Haq (1)

Sabtu, 12 Oktober 2024 05:51 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Jika road-map sudah ditemukan dengan pasti, maka tahap pertama para pencari Tuhan (salikin) ialah meninggalkan paradigma wujud materi (al-nasy’at al-maddiyah) yang kemudian disebut al-khalq, menuju kepada Allah SWT, yang kemudian disebut al-Haq.

Sang Salik harus bersedia menanggalkan cara pandang materi terhadap dirinya (al-wujud al-maddiyah) beralih ke cara pandang wujud keilahian (al-wujud al-haqqani).

Al-wujud al-haqqani sebuah maqam spiritual di mana para salik berada di puncak keikhlasan sebagai hamba, sehingga tidak ada lagi sifat-sifat egoisme (ananiyyah) dan keakuan (inniyyah) di dalam dirinya.

Ia tidak lagi hidup di dalam cengkeraman nafsu dan keinginan yang bersifat thabi’i, tetapi sudah menembus hijab-hijab awam. Tidak ada lagi urusan dengan dosa-dosa dan kemaksiyatan karena ia sudah lama berpaling dari daya tarik nafsu biologis.

Ia tidak lagi melihat sesuatu apapun dari berbagai wujud yang ada selain hanya Dia (al-Haq). Ia menyaksikan segala sesuatu semuanya indah dan baik. Ia tidak lagi menyaksikan sedikitpun keburukan tampak pada segala sesuatu, karena itu ekspresi wajahnya selalu penuh dengan senyum dan keceriaan.

Baca juga : Mengenal Konsep Tanazul Dan Taraqqi

Ia tidak menyisakan sedikit pun benci dan dendam di dalam dirinya karena ia sadar terhadap hakekat segala kenyataan. Cintanya sudah memenuhi seluruh relung-reling jiwanya sehingga tidak tersisa sedikit pun ruang untuk membenci siapapun, seperti yang pernah dilontarkan Rabi’ah al-Adawiyah ketika ia ditanya seseorang: “Apakah engkau benci kepada Setan?” Ia jawab: “Tidak, cintaku kepada Tuhan tidak meninggalkan ruang kosong dalam diriku untuk rasa benci kepada setan”.

Para Salik di maqam ini sudah mulai menyadari bahwa sesungguhnya keberadaan wujud meteri ini hanya satu (al-wahdah/the oneness), meskipun terdiri atas berbagai bentuk dan jenis sehingga tampak kelihatan banyak sekali (al-katsrah/the manyness).

Mereka juga menyadari bahwa pergerakan dan mobilitas berbagai materi wujud itu tidak lagi melalui proses tajafi sebagaimana pandangan mata awam melihatnya, melainkan sudah melihat ada kekuatan tajalli pada segala bentuk dan jenis makhluk. (Tajafi dan Tajalli sudah dibahas dalam artikel terdahulu).

Hijab atau tantangan paling berat bagi para salik di maqam awal ini ialah keberadaan keanekaragaman makhluk. Selama orang masih terkecoh menyaksikan keberanekaragaman (al-katsrah/the manyness) maka sulit untuk menyaksikan keseragaman (al-wahdah/the oneness).

Para Salik di maqam ini harus mampu meninggalkan cara pandang pluralitas alam menjadi singularitas alam. Dengan kata lain, bagaimana mengubah paradigma “yang banyak” menjadi “yang satu”.

Baca juga : Hakekat Insan Kamil (2)

Yang banyak ini pada hakekatnya satu dan yang satu itu pada hakekatnya Dia Yang Maha Esa (Allahu Ahad).

Jika para Salik dalam level ini sudah mampu menembus hijab-hijab tersebut maka pada saatnya meraka akan meningkat lagi, tidak sekedar melihat yang banyak itu satu (al-wahdah/the oneness) tetapi sudah mampu menyaksikan yang satu itu menjadi Esa (al-Ahad/the One), yaitu hakekat dari segala hakekat dan Yang Memberi Bekas terhadap segala hakekat (al-mu’atstsir al-haqiqiy).

Para Salik dalam level ini sudah mempu menyaksikan bukan hanya yang banyak ini menjadi satu tetapi juga sudah mampu menyadari hakekat keberadaan segala sesuatu. Ia tidak lagi sekedar melihat gunung itu gunung, pohon itu pohon, kucing itu kucing, langit itu lagit, tetapi sudah menyadari sepenuhnya bahwa kelseluruhannya itu tidak lain ialah “wajah Allah” sebagaimana disebutkan di dalam ayat: Wa lillahi al-masyriq wa al-magrib, fa ainama tuwallu fa tsamma wajhullah (Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kalian menghadap di situlah wajah Allah). (Q.S. Al-Baqarah/2:115).

Para Salik yang sudah sampai di maqam ini sesungguhnya sudah dapat disebut fana’(disappear/perish/annihilate), yaitu berada di puncak pencarian di level awal (al-safar al-ula), karena ia sudah tidak lagi menyadari keberagaman makhluk tetapi tenggelam dan hanyut di dalam kemahaesaan Allah SWT.

Ia sudah berada pada apa yang disebut Ibnu ‘Arabi dengan ketunggalan penyaksian (wahdah al-syuhud), dimana para salik tidak lagi menyaksikan apapun (al-khalq) selain hanya Dia Yang maha Dia (al-Haq).

Baca juga : Hakekat Insan Kamil (1)

Orang-orang yang sudah sampai pada maqam seperti ini maka itulah yang dimaksud dengan wujud Haqqani, satu di antara sekian para wali Allah SWT. (Bersambung)

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Sabtu, 12 Oktober 2024 dengan judul "Road-Map Menuju Langit Tahap Pertama: Dari al-Khalq Menuju al-Haq (1)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.