Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Astha Cita Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto:
Strategi Memperkuat Etika Moral Guna Pencegahan Dan Pemberantasan Korupsi
Senin, 21 Oktober 2024 07:59 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
Ini berarti, perubahan pola pikir, etika kerja, dan moralitas masyarakat harus digalakkan. Korupsi tidak hanya masalah struktural, tetapi juga persoalan moral yang berkaitan dengan kebiasaan dan nilai-nilai yang tertanam dalam budaya birokrasi dan masyarakat. Oleh karena itu, Astha Cita dirancang untuk mengubah fondasi pemikiran kolektif bangsa Indonesia, khususnya dalam hal integritas dan transparansi.
Dalam upaya menerapkan revolusi mental, Presiden Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto menempatkan prioritas pada pembentukan kabinet yang diisi oleh para menteri dengan integritas tinggi. Prabowo menyadari bahwa pembangunan bangsa yang kuat tidak hanya membutuhkan individu yang ahli dalam bidang teknis, tetapi juga memiliki komitmen moral yang kuat untuk memberantas korupsi. Oleh karena itu, para menteri yang akan diangkat dalam kabinetnya dipilih berdasarkan rekam jejak yang bersih, dengan harapan mereka dapat menjadi teladan dalam hal kejujuran dan etika kerja.
Baca juga : Memperkuat Reformasi Politik, Hukum, Dan Birokrasi
Langkah tersebut bertujuan untuk menciptakan pemerintahan yang bukan hanya efisien, tetapi juga berintegritas. Lantaran itu dalam menjalankan tugas pemerintahan secara teknokratis, maka para menteri dalam kabinet Prabowo diharapkan mampu menjadi agen perubahan. Mereka tidak hanya bertanggung jawab dalam menjalankan kebijakan publik, tetapi juga diharapkan dapat menularkan semangat antikorupsi ke seluruh birokrasi.
Presiden Prabowo menginginkan bahwa para pemimpin di kementerian dapat menciptakan budaya kerja yang menolak segala bentuk korupsi, suap, dan kolusi. Dengan cara ini, setiap lapisan birokrasi, dari tingkat atas hingga bawah, akan terdorong untuk bekerja dengan jujur dan transparan, yang pada akhirnya akan memperkuat legitimasi pemerintah di mata publik. Dengan kepemimpinan yang kuat dan berintegritas di setiap kementerian, reformasi birokrasi yang lebih luas akan lebih mudah terwujud.
Baca juga : Astha Cita Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto: Memperkokoh Ideologi Pancasila
Dari itu bahwa perubahan nyata hanya bisa terjadi, jika sistem pemerintahan yang ada dirombak secara mendasar, menciptakan mekanisme kerja yang lebih transparan dan akuntabel. Melalui kabinet yang dipimpin oleh individu-individu dengan komitmen terhadap pemberantasan korupsi, diharapkan tata kelola pemerintahan dapat ditingkatkan, sehingga membentuk fondasi yang lebih kokoh untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Jadi secara keseluruhan bahwa dari sini perlunya Diklat Revolusi Mental pembangunan karakter bangsa dalam Astha Cita, tidak hanya ditujukan untuk aparatur negara, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia. Presiden Prabowo percaya bahwa perubahan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai jika generasi mendatang memahami pentingnya kejujuran dan tanggung jawab, dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila guna mewujudkan good governance menuju Indonesia Emas tahun 2045.
Baca juga : Memantapkan Sistem Pertahanan Negara
Prof. Dr. Drs, Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Direktur Jenderal Sosial Politik Kementerian Dalam Negeri RI, dan Gubernur Lemhannas RI (2001-2005). Saat ini Ketua Tim Dewan Pakar BPIP RI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya