Dark/Light Mode

Road-Map Menuju Langit (17)

Tahap Kedua: Dari Tuhan Menuju Tuhan Bersama Tuhan (Min al-Haq ila al-Haq bi al-Haq) (2)

Senin, 28 Oktober 2024 05:42 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
“Bagaimana bisa dibayangkan sesuatu mampu menjadi hijab atas-Nya, padahal Dia-lah yang menampakkan segala sesuatu? Bagaimana bisa dibayangkan sesuatu mampu menjadi hijab atas-Nya, apabila Dia-lah yang tampak pada segala sesuatu? Bagaimana bisa dibayangkan sesuatu mampu menjadi hijab atas-Nya, padahal Dia-lah yang terlihat dalam segala sesuatu? Bagaimana bisa dibayangkan sesuatu mampu menjadi hijab atas-Nya, padahal Dia-lah Yang Maha Tampak atas segala sesuatu? Bagaimana bisa dibayangkan sesuatu mampu menjadi hijab atas-Nya, sedangkan Dia-lah Yang Maha Ada sebelum adanya segala sesuatu? Bagaima­na bisa dibayangkan sesuatu mampu menjadi hijab atas-Nya, sementara keberadaan-Nya lebih jelas tampak dari segala sesuatu? Bagaimana bisa dibayangkan sesuatu mampu menjadi hijab atas-Nya, sementara tanpa Dia niscaya tidak akan ada segala sesuatu itu?

Baca juga : Tahap Kedua: Dari Tuhan Menuju Tuhan Bersama Tuhan (Min al-Haq ila al-Haq bi al-Haq) (1)

Alangkah mengherankan, bagaimana mungkin keberadaan sesuatu yang ‘pasti ada’ (Allah) bisa terhalang oleh sesuatu yang (sebelumnya) ‘tidak ada’? Bagaimana mungkin pula sesuatu yang baru (al-hadits/makhluk) dapat bersama dengan Zat yang memiliki sifat Qidam (tidak berpemulaan).

Baca juga : Meningkat Dari Istigfar Ke Taubat

Ibn ‘Atha’illah memberikan resep khusus bagi mereka yang ingin menyingkirkan hijab-hijabnya dengan sebuah bait yang indah: “Bagaimana hati ma­nusia dapat bersinar, sementara gambar-gambar duniawi tetap terlukis dalam cermin hati itu? Bagaimana hati bisa berangkat menuju Allah, kalau masih terbelenggu oleh syahwat? Bagaimana mungkin seseorang akan antusias menghadap kehadirat Allah, jika hatinya belum suci dari ‘junub’ kelalaian? Bagaimana mungkin seorang hamba bisa memahami kedalaman berbagai rahasia, sementara ia belum bertaubat dari kesalahan?  BERSAMBUNG

Baca juga : Memulai Sesuatu Dengan Niat Yang Luhur

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Senin, 28 Oktober 2024 dengan judul "Tahap Kedua: Dari Tuhan Menuju Tuhan Bersama Tuhan (Min al-Haq ila al-Haq bi al-Haq) (2)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.