Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
Sebelumnya
Lima dari 39 negara ini ada di Asia, yaitu Indonesia, Mongolia, Myanmar dan Filipina.
Selanjutnya, hal kelima tentang Indonesia di Laporan TB Global 2024 adalah bahwa negara kita adalah salah satu dari 10 negara di dunia yang merupakan penyumbang “gap” atau ketidaksesuaian terbesar antara estimasi insiden dengan penemuan nyata kasus baru.
Lima terbesar dari 10 negara (yang secara keseluruhannya mencakup 50 persen gap yang terjadi) ini adalah India (16 persen), Indonesia (11 persen), Pakistan (7,8 persen), China (6,5 persen) dan Myanmar (6,5 persen).
Secara tegas diharapkan adanya upaya peningkatan penemuan kasus dan pengobatan di negara-negara ini, tentunya termasuk negara kita.
Hal keenam, disebutkan bahwa 10 negara yang merupakan penyumbang 75 persen “gap” antara estimasi insiden kasus MDR/RR-TB dengan mereka yang kemudian mendapat pengobatan yang tepat.
Baca juga : Pernyataan Kemenkes Malaysia Tentang Anggur Muscat
Urutan 10 negara ini adalah India, Filipina, Indonesia, China, Pakistan, Myanmar, Ukraine, Nigeria, Vietnam dan Afrika Selatan.
Hal ketujuh, apresiasi terhadap dilaksanakannya “TB inventory study” pada 2023. Hasilnya menunjukkan besarnya penurunan kasus yang tidak terlaporkan (underreporting) bila dibandingkan studi terdahulu pada 2017.
Bentuk “National TB inventory study” juga direncanakan akan dilakukan di Filipina dan Vietnam.
Negara kita masuk satu dari 13 negara yang akan merencanakan “National TB Prevalence Survey” di waktu mendatang, bersama dengan Bangladesh, Botswana, Ethiopia, Ghana, Malawi, Nigeria, Pakistan, Thailand, Uganda, Tanzania, Zambia dan Zimbabwe.
Secara umum baik juga untuk diketahui bahwa data dunia menunjukkan bahwa 55 persen pasien TB adalah laki-laki, 33 persen perempuan dan 12 persen anak-anak dan remaja muda.
Baca juga : 5 Aspek Kesehatan Jakarta Sehubungan Debat Gubernur 27 Oktober 2024 Malam Ini
Dunia sebenarnya sudah punya target yang harus dicapai di tahun 2027, dan “Global TB Report” 2024 ini menyajikan pencapaiannya pada 2023.
Cakupan pemeriksaan tes cepat TB untuk kasus baru misalnya, ditargetkan 100 persen pada 2027 dan pencapaian pada 2023 barulah 48 persen.
Lalu, cakupan pengobatan TB yang target dunia 2027 adalah 90 persen dan ternyata pencapaian pada 2023 adalah 75 persen.
Kemudian, target cakupan obat pencegahan tuberkulosis (“TB preventive treatment”) adalah 90 persen di tahun 2027 dan pencapaian pada 2023 barulah 21 persen pada kontak pasien TB dan 56 persen pada mereka dengan HIV.
Tentang vaksin, targetnya sudah harus tersedia vaksin TB baru yang aman dan efektif, dan sampai sekarang sudah dilakukan penelitian fase 3 pada 6 kandidat vaksin.
Baca juga : AIDP, Spesialisasi Dan Larangan Merokok "Two in One"
Sebagai penutup disampaikan bahwa dari media massa kita membaca bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus pada pengendalian tuberkulosis di negara kita.
Ini tentu komitmen politik yang amat penting dari orang nomor satu di negara kita, dan tentu akan punya dampak amat besar dalam upaya eliminasi tuberkulosis dari negara kita yang tercinta, semoga sukses.
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Guru Besar FKUI
- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes
- Penerima Rekor MURI 2024 sebagai penulis artikel Covid-19 terbanyak di media massa
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya