Dark/Light Mode

7 Hal Tentang TB Indonesia Dalam WHO Global TB Report 2024

Kamis, 31 Oktober 2024 07:24 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

 Sebelumnya 
Lima dari 39 negara ini ada di Asia, yaitu Indonesia, Mongolia, Myanmar dan Filipina.

Selanjutnya, hal kelima tentang Indonesia di Laporan TB Global 2024 adalah bahwa ­negara kita adalah salah satu dari 10 negara di dunia yang me­rupakan penyumbang “gap” atau ketidaksesuaian terbesar antara estimasi insiden dengan penemuan nyata kasus baru.

Lima terbesar dari 10 negara (yang secara keseluruhannya mencakup 50 persen gap yang terjadi) ini adalah India (16 persen), Indonesia (11 persen), Pakistan (7,8 persen), China (6,5 persen) dan Myanmar (6,5 persen).

Secara tegas diharapkan ada­nya upaya peningkatan pene­muan kasus dan pengobatan di negara-negara ini, tentunya termasuk negara kita.

Hal keenam, disebutkan ­bahwa 10 negara yang merupa­kan penyumbang 75 persen “gap” ­antara estimasi insiden kasus MDR/RR-TB dengan ­mereka yang kemudian mendapat pengo­batan yang tepat.

Baca juga : Pernyataan Kemenkes Malaysia Tentang Anggur Muscat

Urutan 10 negara ini adalah India, Filipina, Indonesia, China, Pakistan, Myanmar, Ukraine, Nigeria, Vietnam dan Afrika Selatan.

Hal ketujuh, apresiasi terha­dap dilaksanakannya “TB inventory study” pada 2023. Hasilnya menunjukkan besarnya penurunan kasus yang tidak ter­laporkan (underreporting) bila dibandingkan studi terdahulu pada 2017.

Bentuk “National TB inventory study” juga direncanakan akan dilakukan di Filipina dan Vietnam.

Negara kita masuk satu dari 13 negara yang akan merencanakan “National TB Prevalence Survey” di waktu mendatang, bersama dengan Bangladesh, Botswana, Ethiopia, Ghana, Malawi, Nigeria, Pakistan, Thailand, Uganda, Tanzania, Zambia dan Zimbabwe.

Secara umum baik juga untuk diketahui bahwa data dunia menunjukkan bahwa 55 persen pasien TB adalah laki-laki, 33 persen perempuan dan 12 persen anak-anak dan remaja muda.

Baca juga : 5 Aspek Kesehatan Jakarta Sehubungan Debat Gubernur 27 Oktober 2024 Malam Ini

Dunia sebenarnya sudah ­punya target yang harus dicapai di tahun 2027, dan “Global TB Report” 2024 ini menyajikan pencapaiannya pada 2023.

Cakupan pemeriksaan tes cepat TB untuk kasus baru misal­nya, ditargetkan 100 persen pada 2027 dan pencapaian pada 2023 barulah 48 persen.

Lalu, cakupan pengobatan TB yang target dunia 2027 adalah 90 persen dan ternyata pencapaian pada 2023 adalah 75 persen.

Kemudian, target cakupan obat pencegahan tuberkulosis (“TB preventive treatment”) adalah 90 persen di tahun 2027 dan pencapaian pada 2023 barulah 21 persen pada kontak pasien TB dan 56 persen pada mereka dengan HIV.

Tentang vaksin, targetnya sudah harus tersedia vaksin TB baru yang aman dan efektif, dan sampai sekarang sudah dilakukan penelitian fase 3 pada 6 kandidat vaksin.

Baca juga : AIDP, Spesialisasi Dan Larangan Merokok "Two in One"

Sebagai penutup disampaikan bahwa dari media massa kita membaca bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus pada pengendalian tuberkulosis di negara kita.

Ini tentu komitmen politik yang amat penting dari orang nomor satu di negara kita, dan tentu akan punya dampak amat besar dalam upaya eliminasi tuberkulosis dari negara kita yang tercinta, semoga sukses.

- Direktur Pascasarjana ­Universitas YARSI / Guru Besar FKUI
- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes
- Penerima Rekor MURI 2024 sebagai penulis artikel ­Covid-19 terbanyak di media massa

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.