Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Analisis kehidupan manusia purba Indonesia menunjukkan adanya aktivitas budaya dan peradaban serta sistem religi, sehingga sulit untuk mengatakan bahwa Hindu dan Islam yang begitu banyak memberi bekas di dalam seni, budaya, dan peradaban nusantara, seolah-olah memasuki ruang yang hampa budaya sehingga mereka dianggap mengisi kekosongan itu.
Justru para raja lokal serta merta memeluk agama Hindu-Budha kemudian Islam kerena dianggapnya bagian dari kelanjutan dari sistem religi yang dipertahankan secara turun temurun.
Baca juga : Menjauhi Ujaran Kebencian (Hate Speech)
Ptolemaus, sang penemu banyak negeri, menggambarkan adanya kepulauan yang disebut Khersonesos (Yunani: Pulau emas) dan sejarah Cina yang disebutnya dengan Ye-po-ti yang di antaranya diperkenalkan dengan Jabadiou/Jawa.
Di zaman ini sudah dikenal wilayah Jawadwipa, Swarnadwipa, Bugis, dan lain-lain. Masyarakat yang menghuni kepulauan ini sudah mengenal sistem religi dan mempercayai adanya kekuatan gaib dan sistem penyembahan terhadap kekuatan gaib tersebut. Ini membuktikan bahwa kemudahan masyarakat bangsa Indonesia memeluk agama yang baru dikenalnya karena mereka sudah memiliki pengalaman batin, yang antara satu sama lain agama-agama yang datang ke negeri ini memiliki unsur persamaan.
Baca juga : Muhammad SAW: Nabi Dan Negarawan
Analisis sistem budaya juga menggambarkan masa ini sebagai masa akulturasi yang amat penting, di mana budaya dan sistem religi luar bisa beradaptasi dalam konteks budaya kepulauan Nusantara. Di dalamnya ada pengaruh Hindu, Arab (Islam), Cina, Portugis, dan Inggris.
Sistem budaya, sistem religi, sistem ekonomi, dan sistem teknologi sudah banyak ditemukan di pusat-pusat kerajaan Nusantara sejak dahulu kala.
Baca juga : Antara Syahid Dan Patriot
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Selasa, 26 November 2024 dengan judul "Beragama Dalam Keberagaman (23) Kedudukan Agama Lokal"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.