Dark/Light Mode

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di ASEAN

Jumat, 29 November 2024 13:59 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

 Sebelumnya 
Setidaknya ada delapan yang saya catat, yaitu “ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance in Disaster Management - AHA Centre”. Kemudian, “ASEAN Biodiaspora Virtual Center (ABVC)”, “ASEAN Institute for Disaster Health Management – AIDHM”, “ASEAN One Health Network”, “ASEAN Coordinating Centre for Animal Health and Zoonoses - ACCAHZ”.

Kemudian, “ASEAN Centre for Biodiversity -ACB”, “ASEAN Plus Three Field Epidemiology Training Network” dan “ASEAN Emergency Operations Centre (EOC) Network for Public Health”.

Masing-masing dari mereka menyampaikan kegiatannya selama ini, ada yang sudah berjalan cukup lama dan ada yang baru satu atau dua tahun kegiatannya.

Ada tiga hal menarik dari FGD ini. Pertama, berbagai aktivitas delapan institusi di atas menunjukkan bahwa sudah banyak cakupan kegiatan pengendalian dan pencegahan penyakit yang dilakukan di kawasan ASEAN selama ini, dan semua merupakan kegiatan resmi di kawasan kita.

Baca juga : Peran Penting Perempuan dalam Membangun Budaya Literasi

Kedua, menarik untuk dikaji bagaimana koordinasi dari ke delapan organisasi ini dalam menjaga pengendalian penyakit di kawasan kita.

Dan ketiga, kalau memang sudah banyak kegiatan yang dilakukan maka bagaimana kira-kira cara yang paling tepat untuk mengkoordinasikannya dengan ACPHEED yang sedang berproses pembentukan ini.

Kemudian, bagaimana mencegah duplikasi, bagaimana bisa memperkuat satu dengan lainnya, atau malah mungkin ada pendekatan untuk menyederhanakan sistem dan organisasi misalnya.

Harus diingat bahwa apa pun yang akan dilakukan maka tujuannya jelas, melaksanakan, memperkuat dan bahkan menjamin program pencegahan dan pengendalian penyakit di kawasan ASEAN. Semoga dapat terwujud demi kesehatan kita semua. ***)

Baca juga : Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Resmikan Rumah Produksi Gizi

- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Guru Besar FKUI

- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara

- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes

- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat

Baca juga : Kemenko PMK Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan Di Desa

- Penerima Rekor MURI 2024 sebagai penulis artikel Covid-19 terbanyak di media massa

- Penerima Penghargaan Paramakarya Parama Husada PERSI 2024.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.