Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia masih tertinggal dari negara-negara di Asia dalam hal literasi. Peran perempuan sebagai Ibu Bangsa amat diandalkan dalam memajukan literasi di Indonesia, terutama di lingkup komunitas terkecil, yakni keluarga.
Urgensi peran perempuan dalam upaya meningkatkan budaya baca dan literasi diungkap pada gelar wicara bertemakan “Meningkatkan Peran Perempuan dalam Membangun Budaya Literasi di Lingkungan Keluarga dan Komunitas” yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), di Jakarta, Senin (25/11/2024).
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Giwo Rubianto Wiyogo menyatakan, pihak terus berusaha untuk meningkatkan literasi di keluarga. “Saat ini, sebanyak 111 organisasi anggota KOWANI terus berkolaborasi dengan masyarakat untuk memberikan advokasi pembudayaan kegemaran membaca,” ujarnya.
Baca juga : Perjuangan Guru Daerah Tertinggal untuk Tingkatkan Kemampuan Membaca Siswa SMP
Keluarga punya fondasi yang penting dalam penguatan literasi. Di dalam keluarga terdapat sosok ibu yang berjasa sangat besar mendidik anak anaknya sehingga menjadi cerdas dan gemar membaca. Mereka adalah ujung tombak dalam pembudayaan kegemaran membaca di lingkungan keluarga.
“Semakin banyak perempuan yang bergerak membangun budaya literasi, semakin banyak anak-anak Indonesia yang akan tumbuh dengan kegemaran membaca,” ucap Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian.
Undang-Undang Perpustakaan telah mengatur bahwa kegemaran membaca dilakukan melalui satuan keluarga, pendidikan, dan masyarakat. Demi mendukung tugas tersebut, Perpusnas di tahun ini menyalurkan bantuan bahan bacaan bermutu kepada 10 ribu perpustakaan desa/kelurahan maupun Taman Baca Masyarakat (TBM) yang tersebar di seluruh Indonesia. Buku-buku bacaan yang ada di perpustakaan ini bisa dimaksimalkan manfaatnya oleh para keluarga, sekolah, maupun komunitas baca di sekitarnya.
Baca juga : Merauke Menyala, Swasembada Pangan Bangkit Dari Timur Indonesia
“Setiap perpustakaan maupun TBM akan mendapatkan koleksi bacaan siap pakai sebanyak 1.000 eksemplar,” terang Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpusnas, Adin Bondar.
Budaya literasi adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan keluarga. Dengan literasi, keluarga menjadi lebih kuat, harmonis, dan siap menghadapi tantangan kehidupan.
“Mari mulai langkah kecil hari ini untuk menciptakan keluarga yang cinta literasi,” tandas Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia Valina Singka Subekti.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya