Dark/Light Mode

Beragama Dalam Keberagaman (50)

Aliran Kepercayaan Kulowargo Kapribaden

Sabtu, 4 Januari 2025 05:49 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Aliran Kepercayaan Kulowargo Kapribaden (AKKK) merupakan salah satu aliran kepercayaan yang masih hidup di tengah-tengah masyarakat, khususnya di kota Surakarta. Memang penganutnya tidak terlalu banyak, seperti halnya aliran-aliran kepercayaan lainnya, namun keberadaannya tidak bisa dinafikan karena masih mendapatkan pengakuan dari kalangan masyarakat. Apalagi mereka tidak pernah menimbulkan ketegangan sosial.

Bahkan komunitas ini sangat solid dan selalu menjadi pendukung pemerintah setempat. Yang sering menjadi masalah terhadap para warga penghayat ialah statusnya di dalam KTP.

Baca juga : Aluk Todolo Di Sulawesi Selatan

Kolom yang tersedia di dalam KTP tidak bisa sembarang diisi karena ada ketentuannya sebagaimana ditetapkan di dalam UU Kependudukan. Hanya ada 6 agama yang diakui dan dapat diisikan di dalam kolom KTP yaitu Agama Islam, Agama Protestan, Agama Katolik, Agama Hindu, Agama Budha, dan Agama Khonghucu.

Mereka, selama ini diminta untuk bernaung dengan salah satu agama yang diakui tersebut.

Baca juga : Agama Masyarakat Pesisir Ciamis

Pada sisi lain, keberadaan aliran kepercayaan diakui, paling tidak menurut pengakuan dan pemahaman mereka, oleh pasal 29 UUD1945. Aliran kepercayaan atau kebatinan dianggap sebagai suatu bentuk kebudayaan, karena itu pembinaannya dilakukan oleh Kemendikbud di bawah suatu direktorat tersendiri, yaitu Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Rahmat Subagyo ada 285 aliran kebatinan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Ambon, Biak, Lombok, dan Jawa. Di Solo sendiri terdapat 20 organisasi aliran kebatinan dan 4 diantaranya sudah tidak aktif yang berada dalam pengawasan Kejaksaan Negeri Surakarta. Salah satu aliran kebatinan tersebut adalah Paguyuban Kulowargo Kapribaden Surakarta.

Baca juga : Agama Cina Hakka Di Singkawang

AKKK pertama kali diperkenalkan oleh Eyang Manguntioso setelah melakukan lelono yang kemudian menerima wangsit. Aliran ini pertama kali dikembangkan di Surakarta dan selanjutnya tersebar ke beberapa wilayah dibawa oleh penganutnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.